The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Seminar Geosains FMIPA UI Bahas Peran Geosaintis dalam Dunia Geoteknik di Pertambangan Batubara

Depok, 9 Februari 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia kembali menyelenggarakan kuliah umum mingguan bertajuk UI Geoscience Seminar X STARBORN MENGAJAR 2026 pada Senin (9/2) secara daring. Mengangkat tema “Peran Geosaintis dalam Dunia Geoteknik di Pertambangan Batubara”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 80 mahasiswa Program Studi Geologi dan Program Studi Geofisika.

Seminar menghadirkan Muhammad Naufal, S.Si., Geotechnical Engineer Specialist di PT Borneo Indobara (Sinarmas Mining), sebagai narasumber utama. Dalam sesi pemaparannya, Muhammad Naufal memaparkan perjalanan kariernya serta gambaran umum materi yang akan dibahas seputar peran geoteknik dalam industri pertambangan batubara.

Materi yang disampaikan mencakup business process dalam perusahaan pertambangan batubara, mulai dari tahap pengumpulan data (data collecting), analisis dan pemberian rekomendasi teknis, hingga kegiatan monitoring. Ia menekankan bahwa geoteknik memegang peranan penting dalam memastikan operasional tambang berjalan secara aman, efektif, dan berkelanjutan. “Geoteknik bukan hanya soal menghitung stabilitas lereng, tetapi bagaimana kita memahami kondisi geologi secara menyeluruh agar setiap keputusan teknis yang diambil dapat meminimalkan risiko dan menjamin keselamatan kerja di area tambang,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai berbagai definisi dan konsep dasar dalam geoteknik, seperti pengertian lereng, konsep longsoran, klasifikasi pergerakan tanah, serta tipe-tipe longsoran yang umum terjadi di area pertambangan. Pembahasan kemudian dilanjutkan pada aspek perencanaan dalam business process pertambangan, khususnya pada tahap desain dan pengelolaan lereng tambang.

Dari sisi keilmuan, narasumber menjelaskan kontribusi geologi dan geofisika dalam kajian geoteknik. Pada aspek geologi, kegiatan seperti pemetaan (mapping), well site exploration, pengambilan data lapangan, serta pengujian laboratorium menjadi bagian penting dalam mendukung analisis kestabilan lereng. Sementara itu, dari sisi geofisika, metode seperti geophysical logging, pemodelan bawah permukaan, penggunaan Ground Penetrating Radar (GPR), serta metode geolistrik untuk memetakan zona air dan lumpur turut berperan dalam mengidentifikasi potensi risiko geoteknik.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa, termasuk mengenai perjalanan karier Muhammad Naufal yang tidak secara langsung berlatar belakang geoteknik hingga akhirnya menjadi seorang Geotechnical Engineer Specialist. Ia juga membagikan pengalaman terkait Analisa Design Awal IPD Pit KGS serta potensi major failure yang mungkin terjadi dalam operasional tambang.

Dalam sesi tersebut, ia turut memberikan pesan kepada mahasiswa, “Latar belakang pendidikan memang penting, tetapi kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi jauh lebih menentukan. Dunia geoteknik sangat terbuka bagi geosaintis yang mau memperdalam pemahaman lintas disiplin, baik dari sisi geologi maupun geofisika.”

Kegiatan ditutup dengan penyampaian closing statement dari narasumber, dilanjutkan dengan penyerahan plakat sebagai bentuk apresiasi, serta sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, FMIPA Universitas Indonesia berharap mahasiswa dapat memperoleh wawasan mendalam mengenai peran strategis geosaintis dalam dunia geoteknik pertambangan serta semakin siap menghadapi tantangan profesional di industri energi dan sumber daya mineral.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp