The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

FMIPA UI–University of Edinburgh Bahas Kolaborasi Internasional di Bidang Ilmu Kebumian dan Ilmu Lingkungan

Depok, Kamis (28/5/2026) — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menerima kunjungan penjajakan kerja sama dari University of Edinburgh dalam rangka memperluas kolaborasi di bidang geografi, geosains, dan ilmu lingkungan, pada Kamis (21/5). Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Pusat Administrasi Fakultas MIPA UI, Kampus UI, Depok.

Kegiatan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama mulai dari pengembangan kurikulum internasional, riset bersama, hingga mobilitas mahasiswa dan staf pengajar.

Dorongan Penguatan Kurikulum Internasional

Dalam sambutannya, Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., menekankan pentingnya kontribusi ilmu geografi, geosains, dan lingkungan dalam merespons persoalan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis sumber daya alam.

“Kolaborasi internasional seperti ini sangat penting untuk memperkuat kontribusi ilmu geosains dan lingkungan dalam menjawab tantangan global, termasuk perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan krisis sumber daya alam.” Kata Prof. Tito.

Sementara itu, Asri Oktavioni Indraswari, S.T., M.Sc. Asisten Manajer Bidang Kurikulum dan Kelas Internasional, memaparkan implementasi Kurikulum Kelas Internasional (KKI) di FMIPA UI, termasuk skema kerja sama yang telah berjalan melalui program joint degree dengan University of Queensland pada sejumlah departemen.

“Implementasi Kurikulum Kelas Internasional di FMIPA UI terus kami kembangkan melalui berbagai skema kerja sama global, termasuk joint degree yang telah berjalan dengan sejumlah universitas mitra.” ujar Asri.

Dari pihak University of Edinburgh, Assoc Prof. Dr. Neil Stuart selaku Director of International memaparkan struktur program studi di bidang geosains, aktivitas riset, serta berbagai peluang kolaborasi akademik yang dapat dikembangkan bersama FMIPA UI.

“Data lokal dari Indonesia merupakan salah satu keunggulan Universitas Indonesia dalam mengajukan kerja sama dengan University of Edinburgh, karena UI memiliki akses terhadap data tersebut.” tutur Dr. Neil Stuart

Sementara itu, Program Studi Geologi FMIPA UI Dr. Reza Syahputra, S.T., M.Si. Menyampaikan informasi mengenai program visiting student yang saat ini telah tersedia di Geologi FMIPA UI sebagai salah satu skema mobilitas mahasiswa yang terbuka bagi mitra internasional.

“Program visiting student di Geologi FMIPA UI menjadi salah satu pintu mobilitas akademik yang kami buka untuk memperkuat pertukaran mahasiswa dengan mitra internasional.” Ungkap Dr. Reza.


Integrasi Riset GIS dan Penginderaan Jauh

Diskusi juga menyoroti semakin kuatnya integrasi Geographic Information Systems (GIS) dan penginderaan jauh (remote sensing). Fokus pengembangan riset mencakup pemantauan deforestasi menggunakan radar satelit seperti Sentinel-1, serta pemetaan penurunan muka tanah (land subsidence).

Sejumlah studi kasus di Indonesia turut menjadi perhatian, di antaranya penelitian perubahan lanskap di Bandung serta pengembangan model permukaan (surface models) untuk wilayah Jakarta.


Program Akademik dan Mobilitas Internasional

Dari sisi akademik, University of Edinburgh menawarkan program magister (taught masters) berdurasi 12 bulan yang mencakup dua semester perkuliahan dan satu semester penelitian. Beberapa bidang peminatan yang ditawarkan antara lain Food Security, Ecological Economics, serta Environmental Protection and Management.

Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang pengembangan skema joint atau double degree bagi mahasiswa magister, dengan opsi studi sebagian di Edinburgh menggunakan skema biaya proporsional.

Untuk jenjang doktoral, program Ph.D. yang berlangsung selama empat tahun didukung oleh UK Research and Innovation serta pusat pelatihan riset lingkungan. Mobilitas juga terbuka bagi mahasiswa S1 melalui program visiting student, serta bagi dosen atau staf melalui skema kunjungan singkat untuk pelatihan laboratorium dan penguatan kapasitas riset.

Akses Fasilitas Riset Kelas Dunia


Kerja sama ini turut membuka akses terhadap fasilitas riset mutakhir di University of Edinburgh, termasuk laboratorium carbon dating, analisis kualitas air, spektrofotometri atom, serta pusat komputasi kinerja tinggi Edinburgh Parallel Computing Centre yang memiliki salah satu superkomputer terbesar di Inggris.

Jejaring Riset dan Kolaborasi Global

University of Edinburgh juga memiliki jejaring kolaborasi internasional, di antaranya dengan Scottish Rural College dalam bidang ketahanan pangan, serta Royal Botanic Garden Edinburgh untuk riset keanekaragaman hayati yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Institusi tersebut juga tergabung dalam International Institute for Environmental Studies yang menjadi platform mobilitas akademik global bagi mahasiswa dan peneliti.


Tantangan Pendanaan dan Arah Kebijakan


Dalam diskusi, turut disoroti pentingnya membangun jembatan antara sains dan kebijakan publik melalui jejaring alumni dan kolaborasi jangka panjang dengan pemerintah.

Namun demikian, tantangan pendanaan riset masih menjadi perhatian, terutama terkait kompetisi ketat dana UK Research and Innovation di tengah dinamika kebijakan pendanaan internasional di Eropa.

Meski begitu, peluang baru diperkirakan terbuka melalui skema hibah bertema “Natural Hazards and Multi-Hazard Risk Reduction in Southeast Asia”.


Tindak Lanjut Kerja Sama


Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat untuk meninjau kesesuaian kurikulum dan fokus riset, mengeksplorasi integrasi program kuliah lapangan musim panas bagi mahasiswa internasional, serta menyusun atau memperbarui nota kesepahaman (MoU) dengan skema kerja sama jangka panjang selama lima tahun.

Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan hubungan akademik antara FMIPA UI dan University of Edinburgh dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi ilmu kebumian serta lingkungan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FMIPA UI Prof. Dr. Anom Bowolaksono; Asisten Manajer Bidang Pengembangan Kerja Sama, Komersialisasi Aset, dan Kawasan Terpadu Dwi Nurcahyadi; serta Dosen Departemen Geografi FMIPA UI Andry Rustanto, yang turut berpartisipasi dalam diskusi serta penguatan rencana tindak lanjut kerja sama antara kedua institusi.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp