|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 11 September 2026 — Kemampuan mahasiswa Program Studi Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) dalam pemetaan geologi lapangan mendapat pengakuan dalam International Geomapping Gua Musang (IGGM) 17.0 di Gua Musang, Kelantan, Malaysia. Lima mahasiswa Geologi FMIPA UI meraih sejumlah penghargaan yang mencakup kategori tim maupun individu dalam kegiatan yang berlangsung pada 14–26 Agustus 2026 tersebut.
Capaian itu tidak hanya terlihat dari peringkat tim, tetapi juga dari penghargaan yang berkaitan langsung dengan berbagai aspek pemetaan geologi. Garhi Wiga Habibullah meraih Most Sample Collected dan Best Teamwork, masing-masing peringkat pertama dengan Gold Award, serta Best Second Group atau peringkat kedua dengan Silver Award.
Renjiro Pacifica Malano meraih Best Traverse dan Best Daily Report, masing-masing peringkat pertama dengan Gold Award, serta Best Third Group atau peringkat ketiga dengan Bronze Award. Ahmad Samy memperoleh Best Coordinate Position Update peringkat pertama dengan Gold Award. Sementara itu, Abdurrazaq dan Kiral Rafa Aramsyah masing-masing meraih Runner Up Best Participant dan Second Runner Up Best Participant.
Ragam penghargaan tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menjalankan berbagai tahapan pekerjaan lapangan, mulai dari pengumpulan sampel dan penentuan posisi, penyusunan lintasan pemetaan (traverse), hingga pelaporan dan kerja sama tim.
IGGM 17.0 diselenggarakan Department of Geosciences, Universiti Malaysia Kelantan (UMK), sebagai program pemetaan geologi internasional yang mempertemukan mahasiswa geologi dan geosains dari berbagai perguruan tinggi di Asia Tenggara. Peserta ditantang melakukan pemetaan langsung di kawasan Gua Musang yang memiliki keragaman batuan dan struktur geologi.

Dosen pendamping tim Geologi FMIPA UI, Asri Oktavioni Indraswari, S.T., M.Sc., D.Phil., mengatakan pengalaman tersebut penting untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menerapkan konsep geologi pada kondisi lapangan yang kompleks.
“Pemetaan geologi membutuhkan kemampuan mengintegrasikan berbagai jenis data yang diperoleh di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bukan hanya mengidentifikasi batuan dan struktur, tetapi juga memastikan data yang dikumpulkan akurat, dapat diinterpretasikan, dan dipertanggungjawabkan.” ujar Asri.
Menurut Asri, capaian mahasiswa dalam berbagai kategori penghargaan juga memperlihatkan bahwa kompetensi yang dibutuhkan dalam pemetaan geologi tidak berdiri sendiri. Ketelitian dalam pengambilan data, kemampuan mengambil keputusan di lapangan, komunikasi, hingga kerja sama menjadi bagian dari proses tersebut.
Bagi mahasiswa, pengalaman itu sekaligus menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan yang diperoleh selama pembelajaran di Geologi FMIPA UI dalam lingkungan akademik yang lebih luas. Mereka harus bekerja dalam kondisi lapangan yang menuntut ketahanan fisik, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi.
“IGGM 17.0 ternyata tidak cuma soal mapping dan geologi. Kami juga belajar bagaimana bertahan dan beradaptasi di dalam hutan,” kata Abdurrazaq.

Selama kegiatan, peserta harus menyiapkan kebutuhan makan secara mandiri dengan peralatan terbatas. Mereka juga berinteraksi dengan masyarakat sekitar yang membantu mobilitas peserta menuju dan keluar dari kawasan pemetaan.
Bagi tim FMIPA UI, pengalaman tersebut melengkapi kompetensi teknis yang diperoleh selama pemetaan. Kegiatan internasional ini juga mempertemukan mereka dengan mahasiswa geosains dari berbagai negara di Asia Tenggara, sehingga membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai kondisi geologi regional.
Capaian di IGGM 17.0 menjadi salah satu pengalaman internasional mahasiswa Geologi FMIPA UI dalam menguji kemampuan pemetaan geologi secara langsung, sekaligus menunjukkan penguasaan kompetensi teknis dan kerja tim dalam lingkungan kompetisi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.



