|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 23 Oktober 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Pelayanan Prima dan Capacity Building bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di The Wujil Resort & Conventions, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada 21–23 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian FMIPA UI Synergy 2026 yang mengusung tema “Science Reborn for Impactful: One Synergy, One Excellence, One Team.”
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., kemudian dibuka secara simbolis melalui pemukulan kentongan oleh Prof. Tito bersama Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan, Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., serta Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum, Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum, S.Si., M.Si. Prosesi tersebut menandai dimulainya rangkaian pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia FMIPA UI tahun 2026.

Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh 249 peserta, yang terdiri atas 112 dosen dan 137 tenaga kependidikan FMIPA UI. Para peserta berasal dari seluruh departemen, Pusat Administrasi Fakultas (PAF), serta sejumlah unit penunjang di lingkungan fakultas. Keterlibatan berbagai unit ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan sinergi seluruh unsur FMIPA UI.
Pelatihan diselenggarakan dalam dua kelas dengan fokus pengembangan kompetensi yang berbeda. Kelas dosen menitikberatkan pada penguatan kepercayaan, kolaborasi, dan kinerja tim, sedangkan kelas tenaga kependidikan berfokus pada peningkatan kompetensi pelayanan prima. Pembagian ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pengembangan dosen dan tendik sesuai dengan peran masing-masing, sekaligus membangun sinergi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lingkungan fakultas.
Kelas dosen menghadirkan Eko Suseno, HRM, S.E., M.M., PFC., trainer dan motivator nasional, yang membawakan materi bertema “Stronger Together: Building Trust, Collaboration, and High-Performance Team”. Materi ini menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan kolaborasi antardosen, termasuk lintas departemen, sebagai fondasi untuk menciptakan tim yang solid dan berkinerja tinggi.

Sementara itu, kelas tenaga kependidikan mengikuti Training Service Excellence bersama Nessa Ghozal, public speaker dan communication trainer, dengan tema “Building a Responsive, Empathetic, and Professional Service Culture”. Pelatihan ini berfokus pada komunikasi efektif dan service recovery, yaitu upaya memulihkan kepuasan serta kepercayaan pengguna ketika layanan tidak berjalan sesuai harapan. Kompetensi tersebut penting bagi tenaga kependidikan dalam memberikan layanan akademik dan administrasi kepada mahasiswa, dosen, serta mitra fakultas.
Menurut Prof. Tito, pembagian kelas tersebut disiapkan agar penguatan kompetensi dosen dan tendik berjalan seiring sesuai peran masing-masing.
“Mahasiswa, mitra, dan masyarakat merasakan FMIPA UI dari dua sisi, yaitu kualitas akademik yang dibangun dosen dan kualitas layanan yang dijalankan tendik. Keduanya harus tumbuh bersama. Melalui pelatihan ini, kami ingin kerja sama antardosen semakin solid dan layanan fakultas semakin responsif, empatik, dan profesional,” kata Prof. Tito.
Penguatan kompetensi pelayanan prima bagi tenaga kependidikan juga sejalan dengan capaian FMIPA UI dalam Universitas Indonesia Zone of Integrity (UI ZI) Award 2026. Pada ajang tersebut, FMIPA UI meraih penghargaan Best Area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Penilaian pada area ini mencakup sejumlah komponen, antara lain budaya pelayanan prima, standar pelayanan, survei kepuasan pengguna, dan pengelolaan pengaduan. Melalui pelatihan ini, penguatan budaya pelayanan diharapkan dapat terus berlanjut dan mendukung peningkatan kualitas layanan akademik serta administrasi di lingkungan FMIPA UI.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan paparan Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu di Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI (Kemenko PM RI), yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FMIPA UI periode 2014–2019. Dalam sesi bertajuk “FMIPA UI 2030: From Knowledge to Intelligence”, ia mengajak peserta merefleksikan bagaimana fakultas sains dapat mengelola potensi kecerdasan yang semakin berkembang menjadi pelayanan prima dan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Prof. Haris menekankan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) menjadi momentum bagi FMIPA UI untuk memperkuat kolaborasi lintas departemen serta mengembangkan pembelajaran, penelitian, dan layanan yang lebih efektif. Hal ini sejalan dengan semangat One Synergy, One Excellence, One Team yang menempatkan kolaborasi, keunggulan, dan kerja sama seluruh sivitas akademika sebagai fondasi pengembangan fakultas.
Ia juga menegaskan bahwa pelayanan prima di era AI harus mengedepankan kecepatan, akurasi, dan sentuhan manusiawi. Prinsip tersebut dirangkumnya dalam ungkapan, “Automate the routine. Humanize the moments that matter,” yakni memanfaatkan teknologi untuk menangani pekerjaan rutin agar manusia dapat lebih berfokus pada pelayanan yang membutuhkan empati dan kepercayaan.
Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan ini, peserta akan menerima sertifikat Training Service Excellence dan Capacity Building FMIPA UI 2026. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi rekam jejak pengembangan kompetensi bagi peserta sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing.
“Sertifikat ini menjadi bekal bagi dosen dan tendik dalam mengembangkan kompetensinya. Lebih dari itu, kami ingin standar layanan yang baik dipahami sebagai tanggung jawab bersama, dari ruang kelas hingga meja layanan,” ujar Prof. Tito.
Melalui kegiatan ini, FMIPA UI menegaskan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kualitas layanan sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia fakultas. Penguatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang kolaboratif serta layanan akademik dan administrasi yang semakin berkualitas, sejalan dengan semangat Science Reborn: Unggul, Impactful untuk Indonesia.