{"id":18673,"date":"2026-09-16T16:27:30","date_gmt":"2026-09-16T09:27:30","guid":{"rendered":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/?p=18673"},"modified":"2026-09-22T16:28:10","modified_gmt":"2026-09-22T09:28:10","slug":"guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/","title":{"rendered":"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Depok, 16 September 2026 \u2014 Upaya mengembalikan keanekaragaman tempe Nusantara terus dikembangkan melalui riset ragi tempe oleh Prof. Wellyzar Sjamsuridzal dan tim dari PUIPT CoE IBR-GS \/ Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Terbaru, Prof. Wellyzar memperluas pembahasan dan pengenalan riset tersebut kepada publik dan pemangku kepentingan melalui diskusi \u201cRagi Nusantara: Dari Sepotong Tempe untuk Ketahanan Pangan\u201d di Gedung ANTARA Heritage, Jakarta Pusat, Rabu (2\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keterlibatan Prof. Wellyzar dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas diseminasi hasil penelitian kepada masyarakat sekaligus mempertemukan riset dengan pemangku kepentingan yang dapat mendukung pengembangannya (kolaborasi kuadrupleks helix). Dengan demikian, riset mengenai ragi tempe tidak hanya berbicara mengenai mikroorganisme dan proses fermentasi, tetapi juga mengenai upaya menjaga pelestarian kekayaan warisan kuliner tempe Nusantara sekaligus membuka peluang pemanfaatannya sebagai inovasi pangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam forum tersebut, Prof. Wellyzar kembali menjelaskan pentingnya keanekaragaman mikroorganisme dalam menentukan karakter dan cita rasa tempe. Dahulu saat pembuatan tempe menggunakan ragi tradisional, rasa tempe berbeda-beda antar daerah, di antaranya kita mengenal ada tempe Malang, tempe Bandung, tempe Purwokerto, dan lain-lain. Namun sejak masifnya komersialisasi ragi tempe di Indonesia sejak awal tahun 2000, rasa tempe menjadi seragam di semua daerah dan terjadi penurunan keanekaragaman jenis <em>Rhizopus<\/em> tempe (<em>diversity lost<\/em>). Hal tersebut disebabkan karena ragi tempe komersial hanya menggunakan satu jenis <em>Rhizopus<\/em>. Padahal ragi tempe tradisional melibatkan beragam jenis <em>Rhizopus<\/em>,\u201d ujar Prof. Wellyzar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Prof. Welly, berkurangnya keragaman <em>Rhizopus<\/em> dalam ragi tempe turut berpengaruh terhadap cita rasa tempe yang beredar saat ini. Indonesia memiliki kekayaan hayati yang tinggi, baik dari bahan baku, pembungkus, maupun jenis ragi tempe yang digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset yang dilakukannya bersama tim mengeksplorasi beragam spesies <em>Rhizopus<\/em> untuk mengembangkan inovasi ragi tempe yang dapat mengatasi kegagalan fermentasi tempe dan menghadirkan kembali keragaman karakter dan cita rasa tempe Nusantara yang hilang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset tersebut merupakan bagian dari penelitian berjudul \u201cInovasi Ragi Tempe Adaptif sebagai Solusi Teknologi Tepat Guna bagi Perajin Tempe dalam Menghadapi Anomali Cuaca dan Meningkatkan Cita Rasa Tempe Indonesia\u201d. Penelitian ini dikembangkan tidak hanya untuk memperkaya keanekaragaman ragi, tetapi juga menghasilkan ragi yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sehingga proses produksi tempe di tingkat perajin tempe UMKM dapat lebih stabil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pentingnya pengembangan inovasi tempe juga disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. \u201cTempe memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan, sementara inovasi produk berbasis tempe di Indonesia masih terbatas. Inovasi-inovasi di dalam dunia tempe ini memang masih relatif terbatas jenisnya, paling-paling kripik dan botok,\u201d ujar Fauzan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi pengembangan sains dan teknologi, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek Prof. Dr. Eng. Yudi Darma mengatakan riset ragi tempe yang memanfaatkan kekayaan kapang <em>Rhizopus<\/em> asli Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi biologis, tetapi juga menjawab persoalan yang dihadapi perajin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diseminasi di Gedung ANTARA Heritage menjadi momentum lanjutan bagi Prof. Wellyzar untuk memperkenalkan perkembangan riset tersebut kepada khalayak yang lebih luas. Jika sebelumnya penelitian dikembangkan dalam konteks riset dan pengembangan teknologi tepat guna, forum kali ini mempertemukan aspek ilmiah tersebut dengan pembahasan mengenai biodiversitas, ketahanan pangan, budaya kuliner, hingga peluang pengembangan hasil riset pada skala industri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRagi Nusantara\u201d juga mempertemukan peneliti FMIPA UI dengan mitra industri FKS Multi Agro dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai pendukung pendanaan riset. Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut menjadi perkembangan penting dalam perjalanan penelitian karena hasil riset mulai diarahkan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut menuju skala komersial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Prof. Ahmad Najib Burhani mengatakan, kekayaan mikroba Indonesia merupakan bagian dari kekayaan biodiversitas nasional yang perlu dijaga, sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan. ragi tempe perlu dilindungi sebagai aset kedaulatan biologis Indonesia, guna mencegah pencurian genetik (<em>biopiracy<\/em>), agar warisan peradaban itu bisa dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat Indonesia tanpa hambatan pihak lain. Kolaborasi antara UI dan FKS Group memberikan kesempatan bagi para periset untuk memahami persoalan secara langsung di lapangan. \u201cInovasi tidak akan membumi tanpa dukungan ekosistem industri yang sehat,\u201d ujar Ahmad Najib.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Riset Wellyzar dan tim menjadi salah satu penelitian yang didanai oleh Program Ekosistem Hidup (Living Lab) Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) 2026 yang memperoleh pendanaan LPDP. Sementara itu, sebagai mitra utama, PT FKS Multi Agro, Tbk. memberikan dukungan pendanaan untuk membantu proses <em>scale up<\/em> dan uji coba hasil penelitian pada perajin tempe UMKM. Saat diseminasi berlangsung, penelitian telah memasuki bulan keempat dari durasi pendanaan selama satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepala Divisi Penyaluran Riset LPDP Dhani Setyawan mengatakan, keterlibatan industri dalam pengembangan riset diperlukan agar hasil penelitian perguruan tinggi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami ingin mendorong pembuatan skema bagaimana industri bisa chip in. Kalau kita bisa membangun skema pendanaan riset sesuai kebutuhan industri, maka LPDP bisa top up di situ,\u201d ujar Dhani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dukungan tersebut membuka peluang bagi hasil penelitian FMIPA UI untuk tidak berhenti pada pengembangan di tingkat riset, tetapi dilanjutkan melalui proses pengembangan produk bersama mitra industri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">VP Commercial FKS Group Yanuar Samron mengatakan, tempe memiliki posisi strategis karena telah menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cTempe adalah salah satu ikon budaya yang sangat melekat di masyarakat. Jadi, kita bangun keroyokan untuk menjadi pilar bangsa,\u201d ujar Yanuar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan, pembahasan mengenai ketahanan pangan juga menjadi bagian dari peran media dalam mengawal isu strategis bangsa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagi kami, bagi ANTARA, ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi atau pertanian. Ketahanan pangan adalah isu strategis bangsa yang perlu terus dikawal melalui informasi yang akurat, berimbang dan mencerahkan,\u201d ujar Benny.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui pengembangan ragi yang memanfaatkan keragaman <em>Rhizopus<\/em> asli Indonesia, riset tersebut diarahkan untuk menjaga keberagaman tempe sekaligus menjawab tantangan produksi di tengah perubahan kondisi lingkungan. Pengembangan ini menunjukkan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia dapat menjadi sumber inovasi pangan yang tidak hanya bernilai secara ilmiah, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok, 16 September 2026 \u2014 Upaya mengembalikan keanekaragaman tempe Nusantara terus dikembangkan melalui riset ragi tempe oleh Prof. Wellyzar Sjamsuridzal dan tim dari PUIPT CoE IBR-GS \/ Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Terbaru, Prof. Wellyzar memperluas pembahasan dan pengenalan riset tersebut kepada publik dan pemangku kepentingan melalui diskusi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18674,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,194],"tags":[],"class_list":["post-18673","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-mipa-update"],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":8}},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan - Departemen Biologi<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan - Departemen Biologi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Depok, 16 September 2026 \u2014 Upaya mengembalikan keanekaragaman tempe Nusantara terus dikembangkan melalui riset ragi tempe oleh Prof. Wellyzar Sjamsuridzal dan tim dari PUIPT CoE IBR-GS \/ Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Terbaru, Prof. Wellyzar memperluas pembahasan dan pengenalan riset tersebut kepada publik dan pemangku kepentingan melalui diskusi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Departemen Biologi\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-16T09:27:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-22T09:28:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sci-943.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"576\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"HUMAS FMIPA UI\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"HUMAS FMIPA UI\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"HUMAS FMIPA UI\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/fa29378e4b788923b9f746c141f6a438\"},\"headline\":\"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan\",\"datePublished\":\"2026-09-16T09:27:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-22T09:28:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/\"},\"wordCount\":949,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/sci-943.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita\",\"MIPA Update\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/\",\"name\":\"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan - Departemen Biologi\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/sci-943.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-16T09:27:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-22T09:28:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/sci-943.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/sci-943.jpg\",\"width\":1024,\"height\":576},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/\",\"name\":\"Departemen Biologi - Universitas Indonesia\",\"description\":\"Universitas Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Departemen Biologi - Universitas Indonesia\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#organization\",\"name\":\"Departemen Biologi - Universitas Indonesia\",\"alternateName\":\"Departemen Biologi - Universitas Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Papan-Nama-Biologi-Putih.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Papan-Nama-Biologi-Putih.png\",\"width\":5571,\"height\":1715,\"caption\":\"Departemen Biologi - Universitas Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/biologi.ui\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCRmthW6ZfWpJpUgyytCTNoQ\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/fa29378e4b788923b9f746c141f6a438\",\"name\":\"HUMAS FMIPA UI\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/59c26d1d7e394cb4a334c27b04b08b9629cdd6b46168103d5b9b7f04c59e4c12?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/59c26d1d7e394cb4a334c27b04b08b9629cdd6b46168103d5b9b7f04c59e4c12?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/59c26d1d7e394cb4a334c27b04b08b9629cdd6b46168103d5b9b7f04c59e4c12?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"HUMAS FMIPA UI\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/biologi.sci-ui.id\\\/en\\\/author\\\/adm_bio_ui\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan - Departemen Biologi","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan - Departemen Biologi","og_description":"Depok, 16 September 2026 \u2014 Upaya mengembalikan keanekaragaman tempe Nusantara terus dikembangkan melalui riset ragi tempe oleh Prof. Wellyzar Sjamsuridzal dan tim dari PUIPT CoE IBR-GS \/ Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Terbaru, Prof. Wellyzar memperluas pembahasan dan pengenalan riset tersebut kepada publik dan pemangku kepentingan melalui diskusi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/","og_site_name":"Departemen Biologi","article_published_time":"2026-09-16T09:27:30+00:00","article_modified_time":"2026-09-22T09:28:10+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":576,"url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sci-943.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"HUMAS FMIPA UI","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"HUMAS FMIPA UI","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/"},"author":{"name":"HUMAS FMIPA UI","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#\/schema\/person\/fa29378e4b788923b9f746c141f6a438"},"headline":"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan","datePublished":"2026-09-16T09:27:30+00:00","dateModified":"2026-09-22T09:28:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/"},"wordCount":949,"publisher":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sci-943.jpg","articleSection":["Berita","MIPA Update"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/","url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/","name":"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan - Departemen Biologi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sci-943.jpg","datePublished":"2026-09-16T09:27:30+00:00","dateModified":"2026-09-22T09:28:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/#primaryimage","url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sci-943.jpg","contentUrl":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/sci-943.jpg","width":1024,"height":576},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/guru-besar-fmipa-ui-gaungkan-riset-ragi-nusantara-dari-biodiversitas-hingga-inovasi-pangan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Guru Besar FMIPA UI Gaungkan Riset Ragi Nusantara, dari Biodiversitas hingga Inovasi Pangan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#website","url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/","name":"Departemen Biologi - Universitas Indonesia","description":"Universitas Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#organization"},"alternateName":"Departemen Biologi - Universitas Indonesia","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#organization","name":"Departemen Biologi - Universitas Indonesia","alternateName":"Departemen Biologi - Universitas Indonesia","url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Papan-Nama-Biologi-Putih.png","contentUrl":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Papan-Nama-Biologi-Putih.png","width":5571,"height":1715,"caption":"Departemen Biologi - Universitas Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/biologi.ui\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCRmthW6ZfWpJpUgyytCTNoQ"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/#\/schema\/person\/fa29378e4b788923b9f746c141f6a438","name":"HUMAS FMIPA UI","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59c26d1d7e394cb4a334c27b04b08b9629cdd6b46168103d5b9b7f04c59e4c12?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59c26d1d7e394cb4a334c27b04b08b9629cdd6b46168103d5b9b7f04c59e4c12?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/59c26d1d7e394cb4a334c27b04b08b9629cdd6b46168103d5b9b7f04c59e4c12?s=96&d=mm&r=g","caption":"HUMAS FMIPA UI"},"sameAs":["https:\/\/biologi.sci-ui.id"],"url":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/author\/adm_bio_ui\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18673","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18673"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18673\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18675,"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18673\/revisions\/18675"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18674"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18673"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18673"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/biologi.sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18673"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}