The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Kuliah Tamu FMIPA UI Ungkap Peran Monitoring Geoteknik dalam Cegah Bencana

Di tengah meningkatnya risiko bencana dan pesatnya pembangunan infrastruktur, kemampuan membaca tanda-tanda alam menjadi semakin krusial. Bagi kalangan geologi teknik, hal ini tidak lagi cukup dilakukan melalui observasi konvensional, tetapi harus ditopang oleh sistem monitoring berbasis data yang terintegrasi.

Isu tersebut mengemuka dalam kuliah tamu mata kuliah Geologi Teknik yang diikuti mahasiswa Program Studi Geologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), pada Rabu, 25 Februari 2026 di Ruang B404, Gedung B, FMIPA UI.

Mengangkat tema smart geotechnical monitoring for early warning system, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari PT. Telematika Aset Monitoring, yang membagikan perspektif tentang bagaimana teknologi monitoring geoteknik dimanfaatkan untuk mendeteksi potensi bahaya sejak dini, sekaligus mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lapangan.

Dalam pengantarnya, dosen Geologi Teknik FMIPA UI Twin Hosea W. K. menekankan bahwa seorang geolog tidak hanya bertugas memahami kondisi bawah permukaan, tetapi juga memastikan keamanan suatu proyek dan lingkungan sekitarnya.

“Monitoring dan maintenance menjadi bagian yang tidak terpisahkan, terutama untuk mengantisipasi potensi ketidakstabilan yang bisa berujung pada bencana,” ujarnya.

Membaca Data, Memprediksi Risiko

Ruth Amelia, menjelaskan bahwa monitoring geoteknik pada dasarnya adalah proses membaca data secara berkelanjutan.

“Monitoring itu bukan sekadar memasang alat, tetapi bagaimana kita mengintegrasikan data, waktu, dan tren. Dari situlah kita bisa menilai apakah suatu lereng atau infrastruktur masih dalam kondisi aman atau tidak,” jelasnya.

Menurutnya, data yang dihasilkan sensor akan membentuk pola tertentu. Pola inilah yang kemudian menjadi dasar pengambilan keputusan, termasuk dalam sistem peringatan dini. Pendekatan ini banyak diterapkan pada proyek-proyek besar seperti bendungan, terowongan, hingga jalan raya.

Peran Instrumen dalam Deteksi Dini

Sementara itu, Bimantara Budi Arifin memaparkan berbagai instrumen yang digunakan dalam monitoring geoteknik. Salah satunya adalah piezometer yang berfungsi mengukur tekanan air pori di bawah permukaan tanah.

“Tekanan air pori sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Dengan alat ini, kita bisa mengetahui perubahan kondisi sebelum terjadi longsor,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat pula joint and crackmeter untuk memantau pergerakan rekahan, serta instrumen lain seperti ekstensiometer dan inclinometer yang digunakan untuk mengukur deformasi tanah. Alat-alat ini banyak digunakan pada lereng jalan tol maupun area tambang terbuka.

Bagi mahasiswa, pengenalan instrumen ini menjadi penting karena memberikan gambaran nyata tentang bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan di lapangan.

Data Real-Time dan Sistem Peringatan

Dalam sesi diskusi, mahasiswa menyoroti akurasi dan kecepatan sistem monitoring dalam memberikan peringatan. Menanggapi hal tersebut, Bimantara menjelaskan bahwa teknologi saat ini memungkinkan pengambilan data secara real-time.

“Ketika data yang terekam mendekati ambang batas, sistem akan otomatis mengirimkan alert ke server. Dari situ, tim bisa segera mengambil tindakan untuk mengurangi risiko,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk menjaga akurasi, data yang masuk tidak langsung digunakan begitu saja, melainkan melalui beberapa tahap validasi. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa peringatan yang diberikan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Geologi FMIPA UI dalam memperkuat kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi tantangan kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi dengan praktisi, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini sejalan dengan komitmen FMIPA UI untuk menghasilkan lulusan yang tangguh dan siap berkontribusi di berbagai sektor strategis.

Lebih dari sekadar kegiatan akademik, kuliah tamu ini memperlihatkan bahwa masa depan geologi teknik semakin bergantung pada kemampuan mengolah data dan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, potensi bencana tidak hanya dapat dipahami, tetapi juga diantisipasi sejak dini.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp