The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Alumni FMIPA UI Raih Penghargaan Dunia di Bidang Nanoscience

Prestasi membanggakan datang dari alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Asmi Aris, alumni Magister Kimia FMIPA UI lulusan tahun 2024, berhasil meraih penghargaan Women in Nanoscience 2026 atas kontribusinya dalam pengembangan sensor berbasis nanomaterial untuk mendeteksi residu pestisida pada buah.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas penelitian Asmi Aris yang dilakukan di bawah bimbingan Munawar Khalil, S.Si., M.Eng.Sc., Ph.D. Dalam penelitiannya, Asmi mengembangkan sensor elektrokimia non-enzimatik berbasis nanokomposit dua dimensi Ti₃C₂Tₓ/MWCNT–OH yang mampu mendeteksi pestisida paraxon-ethyl pada buah, termasuk anggur hijau dan merah.

Sensor ini memiliki sensitivitas tinggi hingga batas deteksi 10 nanomolar dan rentang deteksi 0,1–100 nanomolar. Selektivitasnya tetap akurat meski terdapat senyawa pengganggu seperti diazinon, carbaryl, ion besi, nitrit, nitrat, asam askorbat, dan glukosa. Keunggulan sensor muncul dari sinergi nanosheet Ti₃C₂Tₓ dan karbon nanotube terfungsionalisasi, yang meningkatkan konduktivitas dan aktivitas katalitik.

Masih tingginya penggunaan pestisida di sektor pertanian menimbulkan risiko residu pada produk hortikultura. Metode deteksi konvensional umumnya memerlukan biaya besar, waktu lama, dan fasilitas laboratorium khusus. Sensor yang dikembangkan Asmi Aris menawarkan metode yang lebih cepat, sensitif, dan ekonomis, sehingga berpotensi diterapkan untuk pengawasan kualitas produk di tingkat industri maupun pemantauan langsung di lapangan.

“Tingginya penggunaan pestisida membuat risiko residu pada pangan sulit dihindari. Karena itu, saya mengembangkan sensor yang tidak hanya sensitif, tetapi juga cepat dan mudah digunakan, agar pengujian bisa dilakukan lebih luas dan tidak terbatas di laboratorium.” ujar Asmi.

Penghargaan Women in Nanoscience 2026 ini diikuti oleh sekitar 160 ilmuwan perempuan dari seluruh dunia. Pengumuman penerima penghargaan dibagikan melalui platform resmi LinkedIn Nanoscience dengan tagar #RSCNano, yang menjadi salah satu kanal publikasi utama komunitas nanoscience global.

Saat ini, Asmi Aris tengah melanjutkan studi doktoral di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Ia fokus pada kegiatan perkuliahan dan riset, sekaligus tetap aktif menjalin kolaborasi penelitian dengan pembimbing di Universitas Indonesia (UI), IPB University, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penulisan publikasi ilmiah.

Dalam keterangannya, Asmi mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Saya merasa sangat senang dan bersyukur atas pencapaian ini. Bagi saya, ini bukan hanya sebuah hasil, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang. Prestasi ini mengingatkan saya bahwa proses belajar tidak pernah berhenti, dan selalu ada hal baru yang bisa dieksplorasi,” imbuhnya.

Ia juga menyampaikan harapannya ke depan agar dapat terus meningkatkan kapasitas diri, baik dalam bidang akademik maupun penelitian, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Selain itu, ia berharap pencapaiannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mencoba dan keluar dari zona nyaman dalam mengejar mimpi.

Program International Women’s Day 2026 oleh Royal Society of Chemistry (RSC) merupakan sebuah koleksi khusus dalam jurnal-jurnal bidang nanoscience—seperti Nanoscale HorizonsNanoscale, dan Nanoscale Advances—yang bertujuan untuk merayakan sekaligus menyoroti kontribusi ilmuwan perempuan dalam bidang nanoteknologi.

Pencapaian ini sekaligus menunjukkan peran penting perempuan Indonesia dalam bidang nanoteknologi dan sains material, serta memperkuat posisi FMIPA UI sebagai pusat riset unggulan di tingkat nasional dan internasional.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp