The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

FMIPA UI Ajak Warga RW 12 Pancoran Mas Kota Depok, Olah Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos

Depok, 7 Oktober 2026 – Pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya sampah organik, masih menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Depok. Menyikapi persoalan tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Departemen Biologi mengajak warga RW 12, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dengan memanfaatkan mikroorganisme dekomposer. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Pemanfaatan Mikroorganisme Dekomposer untuk Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos sebagai Upaya Mendukung Pertanian Perkotaan Berkelanjutan.”

Kegiatan yang diketuai oleh Dra. Sitaresmi, M.Sc. ini merupakan bagian dari program “Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah Organik Terintegrasi Berbasis Rumah Maggot dan Portable Digester”, yang didukung melalui hibah kolaborasi riset antara Universitas Indonesia dan Pemerintah Kota Depok. Melalui kegiatan tersebut, Departemen Biologi FMIPA UI turut mendukung upaya Pemerintah Kota Depok dalam meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga sekaligus mendorong penerapan pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menghadirkan Dr. rer. nat. Yasman, Dr. Dra. Ratna Yuniati, M.Si., dan Dra. Sitaresmi, M.Sc. Dosen Departemen Biologi sebagai narasumber. Mereka menekankan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mengurangi beban Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Kota Depok. Peran aktif warga menjadi kunci dalam upaya tersebut, terutama melalui pengolahan sampah organik dari rumah tangga agar lebih bermanfaat dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan.

Salah satu cara yang diperkenalkan oleh tim adalah pembuatan kompos (composting). Kompos merupakan humus hasil dekomposisi terkendali, yaitu proses penguraian bahan organik yang diatur agar mikroba seperti bakteri dan jamur dapat bekerja optimal mengubah bahan organik menjadi unsur hara yang mudah diserap akar tanaman.

Di alam, mikroba berperan sebagai dekomposer yang mengurai sisa bahan organik. Prinsip tersebut kemudian dimanfaatkan dalam pembuatan kompos. Menurut ibu Sitaresmi, kompos memang telah dijual secara komersial, tetapi warga juga dapat membuatnya sendiri dengan memanfaatkan sampah organik dari rumah tangga.

“Pupuk kompos tidak hanya dapat diperoleh melalui produk yang dijual secara komersial, tetapi juga bisa dibuat sendiri di rumah dengan memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan sehari-hari. Dengan begitu, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelas Ibu Sitaresmi.

Dalam praktiknya, tim mencontohkan pembuatan kompos dengan menambahkan bioaktivator pada sampah rumah tangga yang telah dimasukkan ke dalam ember komposter. Dengan penambahan bioaktivator, proses pengomposan yang biasanya memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga bulan dapat dipersingkat menjadi kurang lebih 40 hari. Demonstrasi ini mendapat sambutan antusias dari warga yang aktif mengajukan pertanyaan mengenai tahapan pembuatan kompos, menunjukkan ketertarikan mereka untuk mengolah sampah organik secara mandiri di rumah.

Untuk mendorong warga mengolah sampah organik secara mandiri, Departemen Biologi FMIPA UI menyerahkan tiga unit ember komposter susun kepada warga RW 12, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengomposan sebagai bagian dari pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi dari produk kompos yang dihasilkan.

Ketua Departemen Biologi FMIPA UI, Dr. Windri Handayani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan melalui berbagai metode pengolahan, seperti composting, biodigester dan budidaya maggot. Upaya ini diharapkan dapat mendorong penerapan konsep circular economy, sehingga sampah dapat dikelola secara mandiri dan diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna serta nilai ekonomi sebagai bonusnya.

Melalui kegiatan ini, Departemen Biologi FMIPA UI mengaplikasikan ilmu pengetahuan, khususnya peran mikroorganisme dekomposer, untuk menjawab persoalan sampah rumah tangga. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak warga mengolah sampah organik secara konsisten, sehingga pengomposan menjadi kebiasaan berkelanjutan yang tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga mendukung pengembangan pertanian perkotaan di kawasan permukiman.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp