The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Mahasiswa FMIPA UI Kembangkan Terapi Hutan Berbasis Pemetaan Partisipatif untuk Pemulihan Stres 

Depok, 8 Oktober 2026 – Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI mengembangkan program terapi hutan OASIS di Arboretum Hutan UI untuk membantu dewasa muda (usia 18–25 tahun) perkotaan mengelola stres. Program ini memadukan pemetaan partisipatif berbasis ilmu geografi dengan pendekatan keperawatan jiwa untuk mengidentifikasi area hutan yang berpotensi mendukung pemulihan psikologis.

Didukung Hibah Kepedulian Masyarakat dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI, program OASIS (Optimalization of Arboretum Space for Immersion and Stress-Relief): Forest Therapy Berbasis Participatory Mapping di Hutan UI untuk Restorasi Psikologis Dewasa Muda Berisiko Distres di Kota Jakarta Selatan dilaksanakan dalam dua kegiatan, yaitu Terrain Emotional Mapping pada Sabtu (26/9/2026) dan Leaf Journaling for Healing pada Sabtu (3/10/2026). Kedua kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas di UI sebagai relawan.

Program OASIS melibatkan mahasiswa Departemen Geografi FMIPA UI angkatan 2023 yang diketuai oleh Donanda Septian Putra, dengan bimbingan dosen lapangan Prof. Dr. Drs. Supriatna, M.T., Geog.PU. Tim ini juga beranggotakan Muhammad Rafli, Ammara Fazila Putri Bethasonny, Muhamad Danar Pridana, Khobilal Salsya Rusalbi, Mu’amar Khadafi, Shayla Claristha Taruna, Chantika Afiyara Zahwah, dan Satrio Karita Putra.

Program ini dirancang sebagai ruang pemulihan bagi generasi muda yang menghadapi tekanan kehidupan perkotaan. Melalui pendekatan forest therapy, lingkungan hutan dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan mental. Pendekatan ini dipadukan dengan participatory mapping, yaitu pemetaan berdasarkan pengalaman peserta untuk mengidentifikasi area hutan yang dirasa mendukung pemulihan psikologis.

Pada kegiatan pertama, peserta menyusuri rute di Arboretum Hutan UI yang terdiri atas lima pos dengan aktivitas berbeda, meliputi latihan pernapasan dalam (deep breathing), edukasi kesehatan mental, mewarnai, berbagi cerita dalam kelompok, dan permainan papan reflektif (board game). Di setiap pos, peserta menilai perubahan suasana hati serta mencatat hal-hal yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Catatan tersebut digunakan untuk memetakan pengalaman peserta dan respons mereka terhadap lingkungan hutan.

Data dari setiap pos diolah menjadi peta digital yang menggambarkan respons suasana hati peserta berdasarkan lokasi di Hutan UI. Pengolahan data spasial ini menjadi kontribusi utama Departemen Geografi FMIPA UI dalam program OASIS. Dengan mengaitkan penilaian suasana hati dan lokasi, tim dapat membandingkan pengalaman peserta di setiap pos. Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan lokasi untuk pelaksanaan terapi hutan berikutnya.

Ketua Tim OASIS, Donanda Septian Putra (Geografi 2023), menjelaskan bahwa Terrain Emotional Mapping tidak hanya digunakan untuk mengumpulkan data, tetapi juga mengajak peserta mengenali kondisi emosional mereka selama berada di hutan. Melalui aktivitas di setiap pos, peserta diajak merefleksikan perasaan, kenyamanan, dan respons mereka terhadap lingkungan sekitar.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin peserta terlibat aktif dan lebih mengenali apa yang mereka rasakan di setiap lokasi. Mereka diajak memperhatikan apakah merasa lebih tenang, nyaman, atau segar setelah beraktivitas di alam. Jadi, peserta tidak hanya membantu kami mengumpulkan data, tetapi juga mendapat kesempatan untuk lebih memahami kondisi diri sendiri,” jelas Donanda.

Berbeda dari rangkaian pertama yang memetakan respons suasana hati berdasarkan lokasi, kegiatan kedua berfokus pada refleksi diri melalui Leaf Journaling for Healing. Peserta menuangkan pikiran, perasaan, dan pengalaman mereka ke dalam jurnal, lalu menghiasnya menggunakan daun gugur dan tumbuhan kering yang ditemukan di alam. Kegiatan ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengekspresikan emosi, meredakan ketegangan, dan menemukan ketenangan melalui interaksi dengan lingkungan sekitar.

Secara keseluruhan, program OASIS diikuti lebih dari 30 peserta dari kalangan generasi muda perkotaan. Salah satu peserta, Choirunnisa, mengungkapkan bahwa pengalaman berkegiatan di hutan membantunya merasa lebih tenang dan berpikir lebih jernih.

“Menikmati setiap langkah, melihat pepohonan, hijaunya daun, diiringi sahutan suara burung dan jangkrik, rasanya ada yang luruh dari pikiran. Ya, beban mulai terasa ringan, bukan berarti persoalan hilang. Tapi terasa ada energi yang berganti untuk bisa berpikir lebih jernih,” ujar Choirunnisa.

Melalui program OASIS, mahasiswa Departemen Geografi FMIPA UI menunjukkan bagaimana ilmu geografi dapat diterapkan untuk menjawab tantangan kesehatan mental di lingkungan perkotaan. Melalui pemetaan partisipatif, mahasiswa tidak hanya mengolah data spasial, tetapi juga mengembangkan pendekatan berbasis alam yang melibatkan pengalaman peserta. Inisiatif ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa FMIPA UI dalam mendorong pemanfaatan Hutan UI sebagai ruang yang mendukung pemulihan psikologis, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental dan kelestarian lingkungan.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp