The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Pemilahan Sampah dari Rumah Jadi Kunci, FMIPA UI Dorong Penerapan 3R di RW 03 Sukmajaya

Depok, 12 Oktober 2026 – Pengelolaan sampah yang berkelanjutan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah, salah satunya memilah sampah sejak dari dapur. Untuk mendorong kebiasaan tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Departemen Biologi mengajak warga RW 03, Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Berkelanjutan melalui Penerapan Prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle)” yang berlangsung pada 12 September 2026 di Posyandu RW 03, Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dr. Oriza Savitri Ariantie, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Biologi FMIPA UI. Menurutnya, edukasi pengelolaan sampah perlu dilakukan secara dekat dengan masyarakat agar perubahan perilaku dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

“Pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau petugas kebersihan. Perubahan dapat dimulai dari setiap rumah melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah sejak dari sumbernya. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan yang praktis dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.” Ujar Dr. Oriza.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Departemen Biologi FMIPA UI, Dr. Windri Handayani, bersama Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FMIPA UI, Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., perwakilan Pemerintah Kota Depok, dan Ketua RW 03 Kelurahan Sukmajaya, Totok Tugas Utomo. Serta turut hadir Agus Setiawan, S.E., dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Depok.

Sebanyak 19 warga RW 03 mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif melalui edukasi, diskusi, dan praktik pengelolaan sampah rumah tangga. Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lingkungan mereka. Dialog tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pengalaman dan kendala yang mereka hadapi, sekaligus memperkuat komunikasi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang berkelanjutan.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.

Sebelum pemaparan materi dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mengenai pengelolaan sampah rumah tangga, pemilahan sampah, serta penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang menyampaikan materi dengan fokus berbeda namun saling melengkapi. Dr. Dimas Haryo Pradana membahas penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Selanjutnya, Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, M.Sc., memaparkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai alternatif pengolahan limbah organik menjadi kasgot yang bernilai ekonomi. Sementara itu, Prof. Wellyzar Sjamsuridzal, Ph.D., menjelaskan pemanfaatan mikroorganisme dekomposer untuk mengolah sampah organik menjadi kompos guna mendukung pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti praktik pemilahan sampah dan pembuatan kompos yang dipandu oleh Prof. Wellyzar Sjamsuridzal, Ph.D., bersama tim. Peserta diajak mengenali jenis-jenis sampah, memilahnya, serta menentukan metode pengolahan yang sesuai agar sampah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai guna. Keterlibatan peserta dalam praktik ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mengenai pengelolaan sampah yang dapat dimulai dari rumah.

Peserta diperkenalkan pada empat kategori sampah, yaitu organik seperti sisa makanan dan daun kering; anorganik seperti botol plastik, kaleng, kardus, dan kaca; limbah B3 seperti baterai bekas, lampu, dan obat kedaluwarsa; serta residu seperti popok, tisu bekas, dan puntung rokok. Pemahaman ini menjadi langkah awal untuk memilah dan menangani sampah sesuai jenisnya.

Tim juga membagikan langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah, mulai dari menyediakan wadah terpisah untuk sampah organik, anorganik, dan residu, hingga membersihkan kemasan bekas sebelum disalurkan ke bank sampah. Sementara itu, limbah B3 perlu dikumpulkan secara terpisah untuk penanganan khusus, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos melalui lubang biopori atau pot kompos.

Selain pengomposan, warga dikenalkan pada pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) dan biodigester. Bahan seperti sisa makanan, limbah buah dan sayuran, serta ampas tahu dan kelapa berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan maggot dengan memperhatikan kesesuaian bahan dan kadar air.

Melalui edukasi ini, warga diharapkan dapat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, hingga mendaur ulang material yang dapat dimanfaatkan. Kebiasaan ini diharapkan dapat mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Setelah seluruh rangkaian materi, diskusi, dan praktik selesai, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengetahui perkembangan pemahaman mereka setelah mengikuti kegiatan. Hasil pre-test dan post-test menjadi salah satu indikator untuk melihat sejauh mana kegiatan edukasi dan praktik yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengelolaan sampah rumah tangga.

Departemen Biologi FMIPA UI berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada keluarga dan warga lainnya.

“Harapannya, apa yang dipelajari hari ini tidak berhenti di peserta yang hadir. Kami ingin pengetahuan ini dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat lainnya sehingga semakin banyak warga yang memiliki kepedulian dan kebiasaan baik dalam mengelola sampah,” ujar Dr. Oriza Savitri Ariantie, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Departemen Biologi FMIPA UI.

Melalui kegiatan ini, Departemen Biologi FMIPA UI mendorong penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp