|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 16 Oktober 2026 – Sains dan pendidikan pesantren memiliki peluang besar untuk saling melengkapi dalam membentuk generasi yang unggul, berpikir kritis, dan mampu menjawab tantangan zaman. Gagasan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., dalam kuliah umum pada Festival Sains Santri Nasional (FESSNAS) 2026 di Auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (15/10).
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tito membawakan materi bertajuk “Peranan Sains dalam Ekosistem Pendidikan Pesantren”. Ia hadir bersama Dekan Fakultas Psikologi UI, Dicky C. Pelupessy, Ph.D., sebagai bagian dari delegasi Universitas Indonesia.
FESSNAS 2026 diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo bekerja sama dengan Universitas Indonesia. Festival ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan minat dan kemampuan di bidang sains melalui kompetisi Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.
Selain menjadi ajang kompetisi, FESSNAS 2026 juga menghadirkan ruang pembelajaran melalui agenda Science Talkshow atau kuliah umum. Melalui kegiatan ini, para santri diajak memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan perannya dalam kehidupan, termasuk dalam lingkungan pendidikan pesantren.
Dalam paparannya, Prof. Tito menyoroti perkembangan pesantren yang kini semakin membuka ruang bagi penguasaan ilmu pengetahuan, termasuk sains. Menurutnya, perkembangan ini menjadi peluang positif untuk memperkaya proses pendidikan santri sekaligus mempertemukan tradisi keilmuan pesantren dengan pendekatan ilmiah dalam memahami berbagai fenomena.

“Saat ini, pesantren semakin membuka ruang bagi pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk sains, sebagai bagian dari proses pendidikan santri. Hal ini merupakan perkembangan yang positif karena sains dan pesantren dapat saling melengkapi dan memperkuat. Melalui sinergi tersebut, kita dapat memperkaya tradisi keilmuan, mendorong lahirnya inovasi, serta menyiapkan generasi yang tidak hanya berakar pada nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu memahami dan menjawab tantangan zaman,” ujar Prof. Tito.
Ia juga menjelaskan bahwa sains merupakan proses penyelidikan untuk memahami fenomena alam melalui metode yang sistematis, logis, terukur, dan dapat diuji. Pemahaman sains tidak hanya berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga perlu diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Sains merupakan pengetahuan atau suatu sistem dan proses penyelidikan untuk memahami fenomena alam dan lain-lain melalui metode yang sistematis, logis, terukur, dan dapat diuji,” ungkapnya.
Lebih lanjut, implementasi sains dalam pembelajaran bertujuan mengembangkan pengetahuan ilmiah menjadi solusi nyata atas berbagai permasalahan yang dihadapi umat, bangsa, dan negara. Dalam konteks pendidikan pesantren, pendekatan ini dapat mendorong santri untuk mengembangkan pola pikir kritis, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk menghasilkan gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Bagi FMIPA UI, keterhubungan antara sains dan pesantren merupakan peluang untuk memperluas manfaat ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Dengan keunggulan akademik, kapabilitas riset, jejaring global, serta komitmen terhadap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, FMIPA UI memiliki peran dalam mendorong pengembangan sains yang tidak hanya bertumbuh di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga memberikan manfaat bagi berbagai lapisan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat berlangsung secara saling melengkapi. Pesantren memiliki tradisi keilmuan dan nilai-nilai keagamaan yang kuat, sementara sains memberikan pendekatan sistematis untuk memahami fenomena dan mengembangkan solusi. Keterhubungan keduanya membuka kesempatan untuk memperkaya pengalaman belajar, mendorong inovasi, serta memperluas kontribusi pendidikan bagi masyarakat.
Melalui partisipasi dalam FESSNAS 2026, FMIPA UI menegaskan komitmennya untuk menjembatani dunia sains dan pendidikan pesantren. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan generasi yang berlandaskan nilai-nilai kuat, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.