|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 13 Oktober 2026 – Konsistensi dalam menghasilkan riset berkualitas kembali mengantarkan dosen dan periset Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) ke tingkat internasional. Sebanyak enam dosen FMIPA UI masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang dirilis oleh Stanford University bersama Elsevier pada 7 Oktober 2026.
Pencapaian ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dosen dan periset FMIPA UI dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karya ilmiah yang mereka hasilkan tidak hanya memperkaya bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga menjadi rujukan bagi komunitas ilmiah internasional.
Dari enam nama tersebut, Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum, S.Si., M.Si., dari Departemen Kimia tercatat dalam kategori Career-Long Impact, yang menilai dampak sitasi kumulatif seorang peneliti sepanjang karirnya hingga akhir 2025. Sementara itu, lima dosen lainnya masuk kategori Single-Year Impact, yang mengukur dampak sitasi yang diterima selama tahun 2025. Lima nama yang tercatat adalah Prof. Dr. Dipo Aldila, M.Si., dari Departemen Matematika; Prof. Dr.rer.nat. Rosari Saleh dari Departemen Fisika; serta Prof. Dr. Yoki Yulizar, M.Sc., Munawar Khalil, S.Si., M.Eng.Sc., Ph.D., dan Dewangga Oky Bagus Apriandanu, Ph.D., dari Departemen Kimia.
Capaian tahun ini melanjutkan konsistensi FMIPA UI dalam daftar World’s Top 2% Scientists selama empat tahun terakhir. Setelah mencatat empat dosen dan periset pada 2023, jumlahnya meningkat menjadi enam orang pada 2024, kemudian lima orang pada 2025, dan kembali mencapai enam orang pada 2026. Sejumlah dosen juga kembali masuk dalam kategori yang sama seperti pada edisi sebelumnya.
World’s Top 2% Scientists merupakan sebutan populer bagi basis data Updated Science-Wide Author Databases of Standardized Citation Indicators yang disusun oleh Prof. John P. A. Ioannidis dari Stanford University dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository. Edisi 2026 merupakan versi kesembilan dan menggunakan data Scopus per 1 Agustus 2026.
Daftar ini disusun berdasarkan sejumlah indikator bibliometrik, antara lain jumlah sitasi, indeks-h, indeks hm yang memperhitungkan kontribusi kepengarangan, posisi penulis dalam publikasi, serta skor gabungan atau composite indicator (c-score). Para peneliti dikelompokkan ke dalam 20 bidang dan 174 sub bidang ilmu. Peneliti dapat masuk daftar apabila berada di antara 100.000 peneliti teratas berdasarkan c-score atau termasuk dalam dua persen teratas pada sub bidangnya.
Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., menyampaikan selamat dan apresiasi kepada keenam dosen dan periset tersebut atas nama sivitas akademika dan tenaga kependidikan FMIPA UI. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan riset yang berkualitas dan memberikan manfaat lebih luas.
“Masuknya enam dosen dan periset FMIPA UI dalam daftar ini menunjukkan bahwa, riset yang dikembangkan di FMIPA UI dirujuk dan dimanfaatkan oleh komunitas ilmiah internasional. Capaian ini sejalan dengan semangat Science Reborn: Unggul Impactful untuk Indonesia yang kami usung. Kami berharap capaian ini mendorong dosen dan peneliti lain untuk terus menghasilkan riset yang bermutu dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Tito.
Menurutnya, dampak penelitian tidak hanya tercermin dari banyaknya publikasi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana karya tersebut dibaca, dirujuk, dan dimanfaatkan oleh peneliti lain. Karena itu, capaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat budaya riset dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui semangat Science Reborn: Unggul Impactful untuk Indonesia, FMIPA UI terus mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan enam dosen dan periset dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 menjadi salah satu pengingat bahwa riset yang kuat tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki peluang untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.