The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

FMIPA UI Dampingi UMKM Langkawi Perkuat Branding Produk Lokal dan Pemanfaatan AI

Langkawi, Malaysia – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengembangkan solusi berbasis sains bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Langkawi, Malaysia, melalui kolaborasi pengabdian masyarakat bersama Universiti Sains Malaysia (USM). Dari kegiatan tersebut, tim mengidentifikasi potensi penguatan branding produk lokal serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang masih dapat dioptimalkan untuk meningkatkan daya saing usaha.

Temuan tersebut merupakan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dalam program UI–USM SustainaBlue Collaboration Project: Enhancing Coastal Ecosystem Resilience and the Blue Economy in Kubang Badak, Langkawi, Malaysia yang didanai melalui Hibah Pengabdian Masyarakat World Class University (WCU) Universitas Indonesia 2026. Program dipimpin oleh Dr. Retno Lestari dari Departemen Biologi FMIPA UI dengan Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria sebagai Koordinator SustainaBlue UI.

Prof. Mufti mengatakan, penguatan kapasitas UMKM menjadi bagian dari upaya FMIPA UI menghadirkan solusi berbasis sains bagi masyarakat.

“FMIPA UI tidak hanya hadir untuk mendampingi, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis sains yang dapat diterapkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, hasil observasi dan kajian ilmiah digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan inovasi, termasuk AI, untuk memperkuat branding produk dan mendukung pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Retno Lestari menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memetakan kebutuhan UMKM sekaligus merumuskan bentuk pendampingan yang sesuai.

“Kami ingin memahami secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Langkawi, mulai dari aspek branding produk hingga adaptasi terhadap teknologi digital. Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar dalam menyusun program pendampingan yang lebih tepat sasaran,” katanya.

Survei lapangan dilakukan pada 15 Juni 2026 di Perniagaan Haji Ismail Group (PHIG), salah satu pusat penjualan produk lokal terbesar di Langkawi.

Selain observasi, tim mewawancarai 10 pelaku usaha dan staf PHIG. Hasilnya menunjukkan bahwa cokelat masih menjadi produk dengan permintaan tertinggi, terutama saat musim liburan sekolah. Wisatawan juga cenderung mencari produk tradisional Melayu dan produk khas Langkawi sebagai buah tangan. Faktor yang memengaruhi keputusan pembelian meliputi keunikan produk, kualitas, cita rasa, serta kemasan yang menarik dan informatif.

Petugas keamanan PHIG, Khairudin, mengatakan jumlah pengunjung belum sepenuhnya pulih sejak pandemi Covid-19.

“Sebelum pandemi COVID-19, tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Namun, setelah pandemi, jumlah pengunjung menurun, dan lantai dua kini lebih banyak digunakan untuk kegiatan pengemasan serta pengiriman produk,” ujarnya.

Adapun staf PHIG, Zulaika dan Shafika, menyebut cokelat tetap menjadi produk yang paling diminati wisatawan.

“Produk yang paling laris adalah cokelat. Sebagian besar pelanggan kami merupakan wisatawan, dan periode tersibuk biasanya terjadi saat musim liburan sekolah, terutama pada bulan Desember,” kata mereka.

Kegiatan dilanjutkan pada 16 Juni 2026 di Pantai Cenang, Langkawi Craft Complex, dan Wan Fruit Store. Tim menelusuri tingkat pemanfaatan AI dalam pengembangan branding usaha sekaligus menggali pemahaman pelaku UMKM mengenai pengelolaan keuangan.

Melalui survei dan wawancara, tim menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM telah mengenal teknologi AI, tetapi tingkat pemanfaatannya masih beragam. Sebagian telah menggunakannya untuk membuat logo, materi promosi, dan konten pemasaran digital, sementara sebagian lainnya masih memerlukan pendampingan.

Salah seorang pelaku UMKM di Langkawi Craft Complex mengaku telah memanfaatkan AI untuk mendukung promosi usahanya.

“Kami sudah beberapa kali menggunakan AI untuk membantu membuat logo dan materi promosi usaha. Hasilnya lebih cepat dan memudahkan kami dalam memperkenalkan produk kepada pelanggan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, tim FMIPA UI dan USM memberikan edukasi singkat mengenai penggunaan AI untuk pembuatan logo, materi promosi, serta konten pemasaran digital. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas branding produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Departemen Biologi FMIPA UI, yaitu Niken Laoren, Rakha Nabillutra Falah, Cloudya Zefanya, Ahura Zia Fiwansjah, Kendra Elvina Rosano, Hedza Fadli Robbina, Ilma Ardelia, Ushulil Hidayat, dan Syaqila Putri M., serta didukung Amelia Said dan Fajar Budiman sebagai konsultan program.

Kolaborasi FMIPA UI dan USM menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian masyarakat berskala internasional. Selain memetakan kondisi UMKM, program ini juga menghasilkan rekomendasi dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan untuk mendukung peningkatan daya saing produk lokal serta pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp