|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 18 Agustus 2026 — Rangkaian Pengenalan Sistem Akademik Fakultas (PSAF) 2026 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) memasuki hari kedua dengan membekali mahasiswa baru wawasan mengenai kehidupan akademik, pengembangan diri, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Salah satu agenda utama adalah talkshow alumni yang menghadirkan tiga alumni FMIPA UI dengan pengalaman karier di berbagai bidang.
Sebanyak 892 mahasiswa baru jenjang sarjana FMIPA UI mengikuti rangkaian PSAF 2026 pada 11–13 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses transisi mahasiswa setelah mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Universitas Indonesia pada 3–10 Agustus 2026.
Talkshow alumni menghadirkan Cecilia Patra Dewanty, Graduate Geophysics di British Petroleum dari Departemen Geofisika; Kyla Theophillia, Analyst di Deloitte dari Program Studi Ilmu Aktuaria; serta Bianca Raissa Gita Allisha, HR di Nestlé dari Departemen Kimia. Ketiganya berbagi pengalaman selama menjadi mahasiswa hingga perjalanan memasuki dunia profesional.
Salah satu pesan yang mengemuka dalam talkshow adalah pentingnya mahasiswa memanfaatkan masa kuliah untuk bereksplorasi. Pengalaman organisasi, kompetisi, magang, pertukaran pelajar, maupun interaksi dengan mahasiswa dari berbagai angkatan dinilai dapat membantu mahasiswa mengenali minat sekaligus membangun keterampilan yang dibutuhkan setelah lulus.

Cecilia mengingatkan mahasiswa untuk mulai memiliki visi mengenai arah yang ingin dituju. Menurut dia, membayangkan posisi yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan dapat membantu mahasiswa menentukan pengalaman dan langkah yang perlu dibangun selama masa studi.
“Penting untuk punya visi. Coba bayangkan lima tahun ke depan kita ingin berada di mana. Dari situ, kita bisa mulai menentukan langkah dan pengalaman apa yang perlu kita ambil selama kuliah,” ujar Cecilia.
Cecilia juga menilai pengalaman organisasi dan kompetisi memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan kariernya. Selain memperoleh pengalaman, kegiatan tersebut membantunya membangun jejaring yang tetap terhubung hingga memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Bianca menekankan agar mahasiswa tidak merasa tertinggal ketika belum memiliki banyak pengalaman. Menurut dia, masa perkuliahan merupakan kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan hingga menemukan bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
“Jangan takut atau merasa tertinggal. Justru masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk mengeksplorasi berbagai hal sampai kita menemukan apa yang benar-benar kita sukai,” ujar Bianca.
Pengalaman Bianca menunjukkan bahwa perjalanan karier tidak selalu berjalan linear dengan bidang studi. Ketertarikannya pada Human Resources mulai tumbuh ketika aktif mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia selama kuliah. Pengalaman organisasi juga membantunya mengembangkan soft skill, hard skill, dan kemampuan menghadapi berbagai situasi yang kemudian berguna di dunia kerja.
Adapun Kyla mendorong mahasiswa untuk berani mengambil berbagai kesempatan selama kuliah. Menurut dia, pengalaman magang, pertukaran pelajar, organisasi, maupun kegiatan lainnya dapat memperluas wawasan sekaligus membantu mahasiswa mengenali bidang yang paling sesuai.
“Semakin banyak kesempatan yang kita coba, semakin banyak pengalaman yang kita dapat. Dari pengalaman itu, kita bisa semakin mengenal diri sendiri dan mengetahui bidang yang paling cocok untuk kita,” ujar Kyla.
Ketiga alumni memiliki perjalanan karier yang berbeda. Cecilia kini bekerja di bidang geofisika dan migas, antara lain terlibat dalam proses analisis untuk menentukan lokasi pengeboran. Bianca berkarier di bidang Human Resources di Nestlé, sedangkan Kyla memilih jalur konsultansi sebagai Analyst di Deloitte.
Perbedaan perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pilihan karier dapat terbentuk dari pengalaman yang dijalani selama masa kuliah. Karena itu, mahasiswa didorong tidak terlalu cepat membatasi diri pada satu bidang dan memanfaatkan masa studi untuk mencoba berbagai kesempatan.
Dalam sesi tersebut, ketiga alumni juga memberikan pandangan mengenai pentingnya pengalaman magang. Mereka mengingatkan mahasiswa agar tidak ragu untuk mendaftar dan tidak perlu menunggu sampai merasa memiliki pengalaman yang cukup. Magang pertama juga tidak harus langsung diperoleh di perusahaan besar, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan memahami dunia kerja.
Kyla secara khusus mendorong mahasiswa untuk memperbanyak pengalaman magang dan mencoba program pertukaran pelajar. Menurut dia, pengalaman tersebut dapat membuka perspektif baru mengenai dunia di luar perkuliahan sekaligus memperluas jejaring.
Selain karier, penggunaan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu topik yang dibahas. Kyla mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak dan tidak menjadikannya sebagai pengganti kemampuan berpikir.
“AI boleh digunakan sebagai alat bantu, tetapi jangan sampai membuat kita berhenti berpikir sendiri. Gunakan AI dengan bijak dan tetap pahami proses di balik pekerjaan yang kita lakukan,” ujar Kyla.
Bianca menambahkan bahwa perkembangan AI tidak dapat dihindari sehingga mahasiswa perlu belajar menggunakannya secara tepat. Menurut dia, mahasiswa tetap perlu melakukan riset sendiri dan tidak langsung menerima semua informasi yang diberikan AI.
Sementara itu, Cecilia menekankan pentingnya tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan meskipun menggunakan AI sebagai alat bantu. Pengguna tetap harus memahami pekerjaan dan mampu mempertanggungjawabkan hasilnya.
Selain talkshow alumni, agenda hari kedua PSAF diisi dengan penyampaian informasi mengenai sistem akademik dan perkuliahan mahasiswa reguler oleh Manajer Pendidikan FMIPA UI Dr. Fevi Novkaniza, S.Si., M.Si. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai proses akademik yang akan dijalani mahasiswa selama masa studi.
Informasi mengenai akademik Kelas Khusus Internasional (KKI) disampaikan Staf Unit KKI FMIPA UI Gamal Gymnastyar, S.Si. Mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai sistem pembelajaran dan layanan akademik yang tersedia dalam program tersebut.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembuatan vertical garden bersama Rumah Peduli Iklim (RUMPI). Kegiatan ini mengajak mahasiswa baru berpartisipasi dalam menghijaukan dan mempercantik area kampus sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aktivitas sederhana dan kreatif.
Mahasiswa baru kemudian mengikuti Safari MIPA untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan fasilitas FMIPA UI yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka selama menjalani perkuliahan. Kegiatan ini membantu mahasiswa memahami berbagai ruang dan fasilitas yang tersedia di lingkungan fakultas.
Selain itu, mentoring kreatif menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi, mengembangkan ide, dan mengeksplorasi potensi diri di luar kegiatan akademik.
Rangkaian PSAF 2026 sebelumnya diawali dengan penyambutan mahasiswa baru oleh jajaran pimpinan FMIPA UI. Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., menyebut mahasiswa baru sebagai “ksatria muda” dan “Pioneer Sains Bangsa” serta mengingatkan bahwa diterima sebagai mahasiswa FMIPA UI merupakan awal perjalanan untuk mengembangkan cara berpikir, belajar, dan menghadapi berbagai persoalan.
