The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Mahasiswa Geologi dan Geofisika FMIPA UI Belajar Strategi Karier dari Praktisi Migas Berpengalaman

Depok, 10 Maret 2026 – Memahami perjalanan karier dari lapangan hingga kepemimpinan menjadi kunci sukses di industri minyak dan gas bumi. Hal ini menjadi fokus UI Geoscience Seminar (UIGS) – Starborn Mengajar, yang digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia pada Senin, 9 Maret 2026 di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, FMIPA UI, Depok.

Tema seminar “From Fieldwork to Leadership: Career Journeys in Oil & Gas” dipilih untuk memberikan wawasan praktis sekaligus strategi pengembangan karier bagi mahasiswa program studi geologi dan program studi geofisika yang ingin lebih siap menghadapi industri energi yang dinamis.

Ketua Program Studi Geologi FMIPA UI, Dr. Reza Syahputra, M.Si., membuka acara dengan menekankan relevansi tema seminar bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa perjalanan karier di industri migas tidak hanya membutuhkan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan strategis di berbagai posisi kepemimpinan.

“Seminar ini memberi mahasiswa gambaran nyata tentang perjalanan karier di migas, mulai dari kerja lapangan hingga pengambilan keputusan sebagai pemimpin. Dengan memahami proses tersebut, mahasiswa dapat memetakan jalur karier dan menyiapkan diri secara lebih matang,” kata Dr. Reza.

Seminar menghadirkan Ir. Wanasherpa Wirasasmita, M.T., Senior Development Geologist di PT Medco Energi Internasional Tbk, yang berbagi pengalaman dari berbagai perusahaan migas global, termasuk TotalEnergies, Eni, dan Repsol.

Dalam pemaparannya, Wanasherpa menjelaskan fase bisnis hulu migas, mulai dari eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga produksi. Ia juga menyoroti peluang karier di bidang subsurface dan pentingnya persiapan diri sebelum memasuki dunia kerja.

“Untuk berhasil di industri migas, Anda harus menunjukkan antusiasme, kesiapan, dan semangat kerja yang tinggi. Persahabatan dan loyalitas adalah kunci sukses jangka panjang,” kata Wanasherpa.

Ia menambahkan bahwa capaian akademik tetap menjadi tolok ukur awal kompetensi. “Pengalaman profesional akan menjadi faktor dominan seiring waktu, tapi IPK dan durasi studi tetap penting sebagai indikator awal kompetensi,” ujarnya.

Diskusi interaktif juga membahas strategi transisi karier (career switch) dan relevansi capaian akademik terhadap prospek kerja. Menurut Wanasherpa, pengalaman profesional akan menentukan posisi di industri, namun standar akademik tetap menjadi pertimbangan penting pada tahap awal karier maupun rekrutmen level menengah.

Dengan tema yang relevan dan narasumber berpengalaman, UIGS – Starborn Mengajar diharapkan menjadi panduan praktis bagi mahasiswa program studi geologi dan program studi geofisika FMIPA UI dalam menyiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang di industri migas yang kompetitif.

Bagikan ini ke:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp