|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 31 Juli 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Departemen Matematika menerima kunjungan delegasi Program Studi Matematika Universitas Bengkulu dalam kegiatan benchmarking pada Senin (20/7). Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi praktik baik pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), peningkatan kualitas pembelajaran, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara bertanggung jawab di lingkungan akademik.
Delegasi Program Studi Matematika Universitas Bengkulu disambut oleh Ketua Departemen Matematika FMIPA UI, Sarini Abdullah, S.Si., M.Stats., Ph.D., bersama jajaran pimpinan program studi dan dosen. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk berbagi praktik baik yang telah diterapkan Departemen Matematika FMIPA UI, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), strategi peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.
Sebagai salah satu departemen matematika terkemuka di Indonesia, Departemen Matematika FMIPA UI terus mengembangkan pendidikan yang memadukan penguasaan teori matematika dengan kemampuan komputasi, analisis data, dan pemrograman. Penguatan kompetensi tersebut didukung melalui pembelajaran berbasis perangkat lunak seperti Python, R, dan Google Colab, serta kolaborasi dengan industri melalui program magang dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Departemen Matematika FMIPA UI juga secara berkelanjutan menyempurnakan kurikulum berbasis OBE agar lulusan memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui benchmarking ini, kami berbagi praktik baik yang telah diterapkan di Departemen Matematika FMIPA UI, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education, strategi meningkatkan keberhasilan mahasiswa pada mata kuliah dasar, hingga tata kelola pemanfaatan AI generatif yang tetap mengedepankan etika dan integritas akademik,” ujar Sarini.

Sementara itu, Ketua Program Studi Matematika Universitas Bengkulu, Nur Afandi, S.Si., M.Si., memaparkan perkembangan Program Studi Matematika Universitas Bengkulu yang berdiri sejak 2001. Program studi tersebut telah meraih akreditasi nasional BAN-PT B dan akreditasi internasional ACQUIN. Dalam pengembangannya, Program Studi Matematika Universitas Bengkulu memiliki kekhasan pada bidang Matematika Kebencanaan dan Pemodelan Matematika Lingkungan Tropis, serta terus memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), tata kelola sumber daya manusia, dan kebijakan pemanfaatan AI generatif dalam pembelajaran.
Dalam sesi diskusi, kedua institusi membahas berbagai isu strategis, mulai dari evaluasi kurikulum, implementasi OBE, hingga strategi meningkatkan keberhasilan mahasiswa pada mata kuliah dasar seperti Kalkulus I dan Aljabar Linear Elementer. Departemen Matematika FMIPA UI membagikan pengalaman dalam meningkatkan capaian mahasiswa melalui program matrikulasi, kelas remedial, serta pelibatan dosen senior pada mata kuliah dasar.
FMIPA UI juga memaparkan implementasi kebijakan Universitas Indonesia mengenai penggunaan AI generatif dalam pembelajaran. Berdasarkan Peraturan Universitas Indonesia Nomor 16 Tahun 2025, penggunaan AI diperbolehkan dengan mengedepankan prinsip etika, tanggung jawab, dan transparansi. Mahasiswa diwajibkan mendeklarasikan penggunaan AI dalam penyusunan tugas akhir, sedangkan asesmen tetap difokuskan pada pemahaman substansi dan kemampuan berpikir kritis.
“Kami berharap pengalaman yang kami bagikan dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan matematika di berbagai perguruan tinggi. Kolaborasi seperti ini juga penting untuk memperkuat mutu pembelajaran sekaligus mendorong lahirnya lulusan matematika yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat,” kata Sarini.
Selain pengembangan kurikulum dan pembelajaran, kedua perguruan tinggi juga mendiskusikan penguatan kompetensi lulusan melalui peningkatan kemampuan komunikasi, penguasaan perangkat lunak seperti Python, R, dan Google Colab, serta perluasan pengalaman belajar melalui program magang dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Evaluasi mutu pembelajaran berbasis data, seperti capaian pembelajaran lulusan (CPL), evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM), serta umpan balik dari alumni dan pengguna lulusan turut menjadi perhatian dalam penyempurnaan kurikulum.
Kegiatan benchmarking menghasilkan sejumlah kesepahaman, di antaranya mempertahankan rekomendasi IndoMS 2022 sebagai acuan pengembangan kurikulum, memperkuat implementasi OBE melalui evaluasi capaian pembelajaran lulusan yang terdokumentasi dan berkelanjutan, meningkatkan kualitas pembelajaran mata kuliah dasar, mengembangkan tata kelola penggunaan AI generatif yang beretika, serta memperkuat kompetensi lulusan melalui penguasaan perangkat lunak yang relevan dengan kebutuhan industri dan pengalaman belajar di luar kampus.
Melalui kegiatan ini, Departemen Matematika FMIPA UI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan matematika nasional melalui kolaborasi antarperguruan tinggi, pengembangan kurikulum yang adaptif, serta pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.