The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Di Era AI, Mahasiswa FMIPA UI Perkuat Kemampuan Menilai Informasi Ilmiah

Depok, 7 September 2026 — Pemanfaatan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) semakin dapat digunakan untuk mendukung proses penelitian dan penulisan ilmiah. Namun, penggunaannya tetap membutuhkan kemampuan mahasiswa untuk mengevaluasi informasi secara kritis serta memahami batasan dan etika akademik.

Hal tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan Literasi Informasi bertema “Eksplorasi Scopus AI dan Trinka AI” yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut diikuti sekitar 280 peserta, terutama mahasiswa yang sedang mempersiapkan proposal penelitian, tugas akhir, dan kegiatan akademik lainnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada Scopus AI sebagai alat bantu untuk menelusuri dan mengeksplorasi literatur ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Sementara itu, Trinka AI diperkenalkan sebagai perangkat pendukung dalam proses penulisan dan penyuntingan karya akademik.

Materi Scopus AI disampaikan Laely Wahyuli, S.S., M.Hum., sedangkan materi Trinka AI disampaikan Mizmir, S.Hum. Kedua sesi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana perkembangan teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa dalam mencari informasi ilmiah dan mengembangkan karya akademik.

Meski demikian, penggunaan AI tidak menggantikan peran mahasiswa dalam memahami dan mengolah informasi. Kemampuan menilai relevansi dan keakuratan sumber tetap diperlukan agar teknologi tersebut digunakan sebagai alat bantu dalam proses penelitian, bukan sebagai pengganti proses berpikir akademik.

Wakil Dekan FMIPA UI Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., mengatakan proses akademik di bidang sains tidak berhenti pada kegiatan di laboratorium atau lapangan. Data yang diperoleh perlu disatukan, dianalisis, dan dikembangkan menjadi tulisan ilmiah.

“Kita kan MIPA, enggak hanya di lab, enggak hanya di lapangan untuk mengambil data. Tapi bagaimana setelah itu menyatukan data-data, merangkai, dan menganalisisnya menjadi sebuah tulisan,” ujar Prof. Anom.

Karena itu, menurut Prof. Anom, mahasiswa perlu memiliki kemampuan memanfaatkan berbagai sumber informasi untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Perkembangan AI juga perlu diikuti dengan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.

Selain pengenalan teknologi AI, kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai layanan dan sumber informasi yang tersedia di Perpustakaan Universitas Indonesia. Koordinator Layanan Perpustakaan UI Dra. Kalarensi Naibaho, M.Hum., CDILS., memperkenalkan berbagai layanan dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung kebutuhan akademik dan penelitian.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi. Peserta mengajukan pertanyaan mengenai penelusuran literatur, pemanfaatan sumber informasi, serta penggunaan AI dalam penyusunan karya ilmiah.

Kegiatan Literasi Informasi ini menjadi bagian dari upaya FMIPA UI bersama Perpustakaan UI untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengakses, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif dan bertanggung jawab.

Sebagai penutup, FMIPA UI memberikan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi. Sertifikat diserahkan oleh Asisten Manajer Bidang Pengembangan Prestasi dan Ekosistem Kemahasiswaan FMIPA UI Dr. Yulia Mariana Tesa Ayudia Putri.

Share this to:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp