The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

FMIPA UI Perkuat Kolaborasi Internasional melalui SustainaBlue International Conference 2026

Depok, 28 Oktober 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mendukung penyelenggaraan SustainaBlue International Conference 2026 yang berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro, FMIPA UI, Depok. Mengusung tema “Enhancing Marine Potential for Sustainable Futures”, konferensi internasional ini menjadi bagian dari rangkaian program SustainaBlue yang bertujuan memperkuat kapasitas perguruan tinggi serta mendorong pemanfaatan potensi maritim secara berkelanjutan.

SustainaBlue merupakan program yang didanai oleh Uni Eropa (European Union) melalui skema Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE). Program ini melibatkan konsorsium empat perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), dan Universiti Sains Malaysia (USM). Melalui kolaborasi tersebut, SustainaBlue berupaya menjembatani hasil penelitian akademis dengan kebutuhan masyarakat, memperkuat kurikulum pendidikan tinggi, serta mengembangkan jejaring riset kemaritiman lintas negara.

Konferensi ini diselenggarakan oleh SustainaBlue Center Universitas Indonesia di bawah koordinasi Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, M.Sc. selaku Project Manager SustainaBlue Universitas Indonesia dan Dr. Retno Lestari, M.Si. selaku Conference Coordinator. Penyelenggaraan konferensi ini menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan dalam berbagi pengetahuan, memperluas perspektif, serta mendorong pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan bagi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

SustainaBlue International Conference 2026 diikuti oleh 169 peserta, yang terdiri atas 120 peserta hadir secara luring dan 49 peserta berpartisipasi secara daring. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, meliputi perwakilan perusahaan, kementerian, perguruan tinggi, dosen dan peneliti (researchers), organisasi nonpemerintah (non-governmental organizations/NGO), mahasiswa, nelayan lokal, serta media. Keberagaman ini menjadikan konferensi sebagai ruang pertemuan berbagai perspektif untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, industri, organisasi masyarakat, dan komunitas lokal dalam mengembangkan potensi maritim secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya pada sesi pembukaan, Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan disiplin ilmu dalam mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Penyelenggaraan konferensi ini sejalan dengan visi dan misi FMIPA UI dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul serta memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Melalui kolaborasi internasional dan pertukaran pengetahuan lintas disiplin, kita dapat mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan, khususnya dalam konservasi ekosistem laut dan pengelolaan potensi maritim. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga masyarakat pesisir, juga menjadi kunci dalam menghasilkan solusi berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.” Ujar Prof. Tito.

Selaras dengan hal tersebut, Prof. Kesaven Bhubalan dari Universiti Malaysia Terengganu, selaku Project Coordinator SustainaBlue, juga menekankan pentingnya keberlanjutan kolaborasi yang telah dibangun melalui program SustainaBlue. Ia menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menghasilkan capaian akademik, tetapi juga memperkuat hubungan antarlembaga dan membuka peluang kerja sama baru antara mitra di Eropa dan Asia.

“SustainaBlue merepresentasikan kolaborasi bermakna antara mitra dari Eropa dan Asia yang disatukan oleh komitmen untuk memajukan pembangunan berkelanjutan, memperkuat pendidikan tinggi, dan mendorong prinsip-prinsip ekonomi biru. Pengetahuan, jejaring, dan pengalaman yang diperoleh melalui proyek ini diharapkan dapat terus menginspirasi kolaborasi lebih lanjut serta berkontribusi pada masa depan ekonomi biru yang lebih berkelanjutan dan tangguh,” ujar Prof. Kesaven Bhubalan.

Konferensi ini menghadirkan tiga agenda utama yang diawali dengan sesi Keynote Speaker. Sesi tersebut menghadirkan Dr. Mahawan Karuniasa dari Universitas Indonesia yang membahas pendekatan ekonomi biru, Dr. Monica Demetriou dari University of Cyprus yang mengulas konservasi ekosistem laut di tengah perubahan iklim, serta Prof. Kesaven Bhubalan dari Universiti Malaysia Terengganu (UMT) yang memaparkan inovasi di bidang bioteknologi maritim. Sesi dilanjutkan dengan SustainaBlue Dissemination, sebuah forum bagi empat perguruan tinggi mitra untuk memaparkan capaian program serta perkembangan riset yang telah dilaksanakan.

Agenda ketiga sekaligus penutup konferensi adalah sesi Inspiration Talk bertajuk “Empowering Communities through Innovative Marine Initiatives”. Sesi ini menghadirkan Wingky Vikri Saputri dari Divers Clean Action, Benedict Lim dari Malaysian Aquaculture Development Association, serta Theodora Soulantika dari Symplexis, Yunani. Melalui sesi ini, para pembicara berbagi perspektif mengenai pentingnya inovasi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat melahirkan inisiatif yang tidak hanya mendukung pelestarian ekosistem laut, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain konferensi internasional yang diselenggarakan pada Senin, 26 Oktober 2026, rangkaian kegiatan SustainaBlue juga dilanjutkan dengan Final Meeting pada Selasa, 27 Oktober 2026. Pertemuan akhir konsorsium ini menjadi forum bagi seluruh mitra institusi untuk mengevaluasi capaian program, membahas keberlanjutan kerja sama di bidang riset dan pendidikan, serta merumuskan rekomendasi bagi pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Melalui pertemuan ini, para mitra juga memperkuat komitmen untuk melanjutkan dan mengembangkan hasil serta jejaring kolaborasi yang telah dibangun selama program berlangsung, meskipun periode proyek telah berakhir.

Dukungan FMIPA UI terhadap penyelenggaraan SustainaBlue International Conference 2026 and Final Meeting konsorsium merupakan wujud komitmen fakultas dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta mendorong keberlanjutan kolaborasi di bidang kemaritiman. Melalui rangkaian kegiatan ini, FMIPA UI berharap pengetahuan, kemitraan, dan inovasi yang telah dikembangkan dapat terus ditindaklanjuti menjadi berbagai inisiatif nyata yang berkontribusi terhadap pelestarian ekosistem laut dan pengelolaan sumber daya maritim secara berkelanjutan.

Share this to:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp