|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Sebanyak tujuh bidang ilmu berhasil masuk dalam pemeringkatan dunia QS World University Rankings by Subject 2026, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencakup lima bidang.
Pada pemeringkatan tahun lalu, di kelompok bidang (narrow subject) Natural Sciences, Geography berada di peringkat 101–150, Mathematics di peringkat 451–500, Physics and Astronomy di peringkat 501–550, serta Chemistry di peringkat 551–600. Sementara itu, pada kelompok Life Sciences & Medicine, Biological Sciences menempati peringkat 501–550.
Memasuki tahun 2026, terjadi sejumlah dinamika peringkat. Geography menempati posisi 151–200, sementara Mathematics dan Chemistry tetap di peringkat masing-masing, yakni 451–500 dan 551–600. Di sisi lain, Physics and Astronomy menunjukkan peningkatan ke peringkat 401–450. Bidang Biological Sciences juga bertahan di peringkat 501–550.
Tidak hanya itu, dua bidang baru pada kelompok bidang Natural Sciences turut masuk dalam pemeringkatan tahun ini, yaitu Environmental Sciences yang berada di peringkat 451–600 serta Materials Sciences di peringkat 401–550. Penambahan ini turut memperkuat posisi UI sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berhasil menembus lima broad subject dalam QS WUR 2026.
Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kolaborasi dan dedikasi berkelanjutan seluruh sivitas akademika FMIPA UI.
“Pencapaian ini tentunya hasil dari upaya yang cukup panjang dari seluruh sivitas. Untuk itu kami mengapresiasi semua pihak, mulai dari pimpinan, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa untuk kerja keras, sinergi, dan kontribusinya,” ujar Prof. Tito.
Ia berharap momentum ini tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga mampu menjadi pendorong berkelanjutan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat budaya inovasi, memperluas kolaborasi lintas disiplin dan mitra global, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi secara konsisten dan berdampak.
“Kami berharap pencapaian ini bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan mutu pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.” Imbuhnya.
Edisi 2026 dari QS World University Rankings by Subject sendiri mencakup 55 subjek spesifik yang tersebar dalam lima kelompok bidang utama dan menjadi yang terbesar hingga saat ini dengan melibatkan lebih dari 1.900 institusi di dunia, termasuk lebih dari 300 institusi yang baru pertama kali masuk pemeringkatan. Kawasan Asia Selatan tercatat memiliki persentase peningkatan universitas tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Asia Timur menjadi penyumbang institusi baru terbanyak.
Penilaian dalam pemeringkatan ini didasarkan pada sejumlah indikator utama yang mencerminkan kualitas akademik dan daya saing global perguruan tinggi. Reputasi akademik diukur melalui persepsi para akademisi dunia terhadap keunggulan institusi dan program studi. Selain itu, reputasi pemberi kerja diperoleh dari penilaian perusahaan global terhadap kualitas lulusan yang dihasilkan.
Aspek sitasi riset per publikasi dihitung menggunakan data dari Elsevier Scopus untuk melihat dampak penelitian, sementara H-index digunakan untuk mengukur produktivitas dan pengaruh karya ilmiah. Di samping itu, jaringan riset internasional juga menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan institusi membangun kolaborasi global yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, QS menghimpun data dari sekitar 16,4 juta publikasi akademik serta melibatkan lebih dari 151.000 akademisi dan 100.000 pemberi kerja di seluruh dunia. Penilaian tersebut menitikberatkan pada aspek yang relevan bagi mahasiswa, seperti pengalaman belajar, peluang riset, kemitraan global, dan kualitas pengajaran.