|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 16 Juli 2026 – Dosen Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Dr. Budhy Kurniawan R., M.Si., kembali mengantarkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia meraih prestasi di tingkat dunia. Sebagai salah satu leader, Dr. Budhy mendampingi tim nasional yang sukses membawa pulang satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu pada 56th International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Bucaramanga, Kolombia, 4–12 Juli 2026. Capaian tersebut meningkat dibandingkan IPhO 2025 di Paris yang menghasilkan tiga medali perunggu dan dua Honorable Mention.
IPhO 2026 menjadi kali kelima Dr. Budhy dipercaya sebagai leader Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Kepercayaan tersebut mencerminkan kiprah dosen FMIPA UI dalam membina talenta muda Indonesia di bidang fisika sekaligus mendukung prestasi bangsa di ajang sains internasional.
Sebelum keberangkatan ke Kolombia, Dr. Budhy turut terlibat dalam pembinaan intensif bagi para peserta. Pembinaan dilakukan dalam tiga tahap, yakni dua tahap pelatihan masing-masing selama sepuluh hari yang dilanjutkan dengan try out selama dua hari untuk mematangkan kemampuan teori, eksperimen, dan kesiapan menghadapi kompetisi.

Selama di Kolombia, Dr. Budhy bersama Dr. Getbogi Hikmawan, M.Si. dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mendampingi tim Indonesia mulai dari pelaksanaan tes eksperimen dan teori, mengikuti proses moderasi hasil penilaian bersama dewan juri internasional, hingga menghadiri rapat International Board yang menetapkan batas perolehan medali.
Peran leader on International Physics Olympiad tidak hanya mendampingi peserta selama kompetisi berlangsung, tetapi juga memastikan proses penilaian berjalan secara objektif melalui tahapan moderasi dengan penyelenggara internasional. Pengalaman dan kepakaran Dr. Budhy dalam pembinaan olimpiade fisika menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesiapan tim Indonesia untuk bersaing dengan 381 peserta dari 93 negara, yang terdiri atas 87 negara peserta dan enam negara observer.
“Sebagai leader, tugas kami tidak hanya mendampingi siswa saat bertanding, tetapi juga memastikan proses penilaian berlangsung adil melalui tahapan moderasi bersama dewan juri internasional. Di sisi lain, kami juga memberikan dukungan agar para peserta tetap fokus dan percaya diri selama kompetisi,” ujar Dr. Budhy.
Tim Indonesia tahun ini diwakili oleh lima siswa terbaik yang lolos melalui seleksi berjenjang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Dari 30 peserta terbaik nasional yang mengikuti pembinaan, diseleksi menjadi 10 siswa, sebelum akhirnya ditetapkan lima siswa yang mewakili Indonesia di IPhO 2026.

Kelima medali Indonesia diraih oleh Evan Syatia To (medali emas, SMA BPK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten), Ackhava Adam Malonda (medali perak, SMA Wardaya, DKI Jakarta), Gusti Komang Abhika Atmaja (medali perak, SMA Kesatuan Bangsa, Yogyakarta), Arrow Dunatos Pascha Kristian (medali perunggu, SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta), serta Juan Richie (medali perunggu, SMA Kristen Immanuel, Pontianak, Kalimantan Barat).
“Alhamdulillah, capaian tahun ini meningkat berkat proses seleksi yang ketat dan pembinaan intensif yang dijalani para siswa sebelum berangkat ke Kolombia,” kata Dr. Budhy.
Selain menghadapi soal-soal fisika berstandar internasional, para peserta juga harus beradaptasi dengan perbedaan waktu 12 jam antara Indonesia dan Kolombia. Ujian berlangsung pukul 08.00–13.00 waktu Kolombia atau bertepatan dengan pukul 20.00–01.00 WIB. Meski demikian, para peserta mampu beradaptasi dengan cepat sehingga dapat mengatasi jet lag dan mengikuti ujian secara optimal.

“Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi semakin banyak pelajar Indonesia untuk menekuni fisika. Keterlibatan dosen FMIPA UI dalam pembinaan olimpiade juga menjadi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta sains Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Dr. Budhy.
Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Indonesia, tetapi juga menegaskan peran FMIPA UI dalam mendukung pembinaan generasi muda di bidang sains. Melalui keterlibatan dosennya dalam ajang internasional, FMIPA UI terus berkontribusi melahirkan talenta unggul yang diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.