The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

Menyusuri Jejak Konservasi Tertua Indonesia: Departemen Biologi FMIPA UI Jajaki Kolaborasi dengan Tahura Pancoran Mas

Di tengah pesatnya perkembangan kawasan urban di Kota Depok, masih tersimpan satu ruang hijau yang menyimpan sejarah panjang konservasi alam Indonesia. Taman Hutan Raya (Tahura) Pancoran Mas, yang dikenal sebagai kawasan konservasi tertua di Indonesia, menjadi saksi perjalanan upaya pelestarian lingkungan sejak masa ketika kawasan tersebut masih berstatus cagar alam.

Kesadaran akan pentingnya menjaga warisan ekologis ini menjadi alasan di balik kunjungan tim Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) ke Tahura Pancoran Mas pada 18 Mei 2026. Kunjungan yang melibatkan 10 orang dosen dan peneliti tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara Departemen Biologi FMIPA UI dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tahura Pancoran Mas, sekaligus membuka peluang pemanfaatan kawasan sebagai laboratorium alam untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kunjungan ini dikoordinasikan oleh dosen Departemen Biologi FMIPA UI, Dr. Mega Atria, M.Si., serta diikuti oleh Ketua Departemen Biologi FMIPA UI, Dr. Windri Handayani, S.Si., M.Si., perwakilan berbagai kelompok riset di Departemen Biologi, staf Ruang Koleksi Biota UI, dan peneliti RCCC UI. Rangkaian kegiatan diawali dengan diskusi bersama pengelola kawasan dan dilanjutkan dengan survei lapangan untuk mengamati langsung kondisi ekosistem di dalam Tahura.

Menurut Dr. Mega, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pengelola kawasan konservasi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan di Kota Depok. Sebagai bagian dari perguruan tinggi yang berada di Kota Depok, FMIPA UI memandang pelestarian Tahura Pancoran Mas sebagai tanggung jawab bersama.

“Sebagai bagian dari Kota Depok, FMIPA UI memiliki tanggung jawab untuk mendukung pelestarian lingkungan. Tahura Pancoran Mas merupakan aset berharga yang memiliki nilai sejarah dan ekologis penting untuk dijaga bersama.” Kata Dr. Mega.

Ia menambahkan bahwa Tahura Pancoran Mas memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai aktivitas tridarma perguruan tinggi.

“Kami melihat kawasan ini memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami berharap Tahura Pancoran Mas dapat menjadi ruang pembelajaran lapangan sekaligus lokasi pengembangan berbagai kajian biodiversitas.” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala UPTD Tahura Pancoran Mas, Lintang Yuniar Pratiwi, menjelaskan bahwa kawasan yang kini berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup Kota Depok tengah menjalani proses penataan dan pengelolaan kembali. Upaya tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi ekologis Tahura melalui rehabilitasi fisik kawasan serta pemulihan ekosistem yang telah mengalami berbagai tekanan selama bertahun-tahun.

“Sebagai kawasan konservasi tertua di Indonesia, Tahura Pancoran Mas saat ini sedang dalam proses penataan dan pengelolaan kembali untuk mengembalikan fungsi ekologisnya. Upaya tersebut tidak hanya mencakup rehabilitasi fisik kawasan, tetapi juga pemulihan ekosistem secara menyeluruh.” tutur Lintang.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Tahura Pancoran Mas masih menyimpan kekayaan hayati yang penting. Beragam jenis rotan, buah-buahan khas lokal, serta berbagai spesies burung, herpetofauna, dan mamalia masih dapat ditemukan di kawasan ini. Potensi biodiversitas tersebut menjadi modal utama dalam upaya pemulihan ekosistem sekaligus pengembangan kegiatan edukasi dan penelitian berbasis konservasi.

Lintang menyambut baik rencana kolaborasi yang dijajaki bersama Departemen Biologi FMIPA UI dan berharap dukungan akademik dapat memperkuat berbagai program konservasi yang sedang dijalankan.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Departemen Biologi FMIPA UI dalam rencana pengembangan Tahura. Dukungan dari kalangan akademisi akan sangat membantu dalam pendataan biodiversitas, penyusunan strategi konservasi, dan penguatan fungsi edukasi di kawasan ini,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar kunjungan, pertemuan ini menjadi wadah bagi dunia akademik dan pengelola kawasan konservasi untuk menyatukan visi dalam mengembangkan potensi hayati Tahura Pancoran Mas. Kedua pihak melihat kawasan ini sebagai ruang pembelajaran lapangan yang dapat memperkenalkan kekayaan biodiversitas lokal kepada generasi mendatang sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui kolaborasi yang mulai dirintis, FMIPA UI, khususnya Departemen Biologi, berpeluang berkontribusi dalam pendataan biodiversitas, penyusunan strategi konservasi, serta pengembangan program pendidikan lingkungan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi di Tahura Pancoran Mas sekaligus memberikan manfaat bagi pendidikan, penelitian, dan masyarakat. Di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks, sinergi antara institusi pendidikan dan pengelola kawasan konservasi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan warisan alam Kota Depok dan Indonesia.

Share this to:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp