The Department of Biology

Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia

FMIPA UI Perkuat Persiapan Menuju ZI Award melalui Pendampingan Pengisian LKE

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menggelar Pendampingan Pengisian Lembar Kerja Evaluasi (LKE) Zona Integritas (ZI) sebagai bagian dari penguatan persiapan menuju ZI Award tingkat Universitas Indonesia maupun tingkat nasional. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi seluruh tim pengungkit mengenai substansi penilaian, meningkatkan kualitas penyusunan eviden, serta memastikan pengisian LKE dilakukan secara komprehensif sesuai indikator penilaian Zona Integritas.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6/2026) di Aula Gedung Laboratorium Riset Multidisiplin Pertamina FMIPA UI, Depok, diikuti oleh seluruh Tim Zona Integritas FMIPA UI yang berasal dari enam area pengungkit, yakni Pengungkit 1 Manajemen Perubahan, Pengungkit 2 Penataan Tatalaksana, Pengungkit 3 Penataan Sistem Manajemen SDM, Pengungkit 4 Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Pengungkit 5 Penguatan Pengawasan, serta Pengungkit 6 Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Pendampingan menghadirkan narasumber Syachrudin, M.TI., Tim Zona Integritas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Turut hadir Dr. Filia, S.S., M.Si., Kepala Subdirektorat Transformasi Budaya dan Tata Kelola Direktorat Manajemen Risiko dan Transformasi (DMRT) UI, Nona Anggia, S.I.A., Kepala Seksi Implementasi Transformasi dan Layanan Budaya DMRT UI, serta Dhesinta Permatasari dari Tim Zona Integritas DMRT UI.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum FMIPA UI, Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dimaknai sebagai upaya membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan, bukan sekadar memenuhi dokumen penilaian.

“Zona Integritas merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan prima. Melalui pendampingan ini, saya berharap seluruh tim pengungkit dapat memahami substansi LKE secara menyeluruh sehingga proses penyusunannya berlangsung lebih sistematis, sesuai standar penilaian, serta mampu mendokumentasikan berbagai praktik baik FMIPA UI sebagai kekuatan dalam proses evaluasi,” ujar Prof. Ivandini.

Dalam paparannya, Syachrudin, M.TI. menjelaskan bahwa Lembar Kerja Evaluasi bukan sekadar kumpulan dokumen administrasi, melainkan instrumen untuk menunjukkan implementasi nyata reformasi birokrasi di lingkungan unit kerja.

“Lembar Kerja Evaluasi bukan sekadar dokumen yang harus dipenuhi untuk penilaian. LKE menjadi alat untuk menunjukkan bahwa reformasi birokrasi benar-benar telah diimplementasikan melalui perubahan tata kelola, peningkatan pelayanan, dan budaya kerja yang berintegritas di setiap unit kerja,” ujar Syachrudin.

Menurutnya, setiap eviden yang diunggah harus mampu menggambarkan keterkaitan antara program yang dijalankan dengan hasil yang dicapai. Karena itu, tim pengungkit perlu memastikan bahwa seluruh data pendukung memiliki kualitas yang baik, mudah ditelusuri, serta menunjukkan adanya perubahan yang berkelanjutan.

“Kunci penyusunan LKE adalah kualitas eviden. Setiap dokumen harus mampu menjawab indikator penilaian, menunjukkan dampak dari program yang dijalankan, serta didukung kolaborasi antarpengungkit agar narasi yang dibangun utuh, konsisten, dan mencerminkan kondisi sebenarnya,” kata Syachrudin.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antarpengungkit dalam penyusunan LKE. Sebab, banyak indikator penilaian saling berkaitan sehingga diperlukan keselarasan data dan narasi agar tidak terjadi duplikasi maupun inkonsistensi dalam penyusunan eviden.

Selain itu, Syachrudin menekankan bahwa keberhasilan meraih predikat Zona Integritas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh implementasi budaya kerja yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Dr. Filia, S.S., M.Si. menyampaikan bahwa Universitas Indonesia pada tahun ini meningkatkan target unit kerja yang lolos menuju penilaian Zona Integritas tingkat nasional.

“Berdasarkan arahan Rektor, target tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu UI menargetkan lima fakultas menuju tingkat nasional, maka pada tahun ini target tersebut meningkat menjadi enam fakultas. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh fakultas untuk terus memperkuat implementasi reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas eviden yang disampaikan,” ujar Dr. Filia.

Saat ini seluruh Tim Zona Integritas FMIPA UI dari masing-masing area pengungkit tengah menyusun dan melengkapi Lembar Kerja Evaluasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses pengisian LKE ditargetkan selesai sebelum batas akhir pengumpulan pada 6 Juli 2026.

Selain meningkatkan kesiapan menghadapi evaluasi tingkat Universitas Indonesia dan nasional, kegiatan ini juga diharapkan semakin memperkuat budaya integritas, tata kelola yang akuntabel, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan FMIPA UI secara berkelanjutan.

Share this to:
Facebook
LinkedIn
Telegram
X
WhatsApp