|

The Department of Biology
Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Indonesia
Depok, 29 Juni 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) memperkuat kerja sama dengan School of Energy and Environment, City University of Hong Kong (SEE CityUHK) untuk mengembangkan riset kolaboratif di bidang perubahan iklim, transisi energi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam Mini-symposium Faculty of Mathematics and Natural Sciences UI and School of Energy and Environment City University of Hong Kong yang berlangsung di Kampus UI, Depok, Kamis (25/6).
Kolaborasi ini menjadi tindak lanjut dari kunjungan Dekan FMIPA UI beserta jajaran ke City University of Hong Kong pada April 2026. Kedua institusi mulai menyusun berbagai program kerja sama, mulai dari mobilitas dosen dan mahasiswa, pertukaran peneliti, riset dan publikasi bersama, pengembangan hibah internasional, hingga perancangan Program Joint Degree Magister.
Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., mengatakan tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketahanan energi, membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.
“Kami melihat banyak kesamaan visi antara FMIPA UI dan SEE CityUHK dalam mengembangkan sains yang berdampak. Kerja sama ini tidak hanya diarahkan pada pertukaran akademik, tetapi juga membangun riset bersama dan program pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berperspektif global,” ujarnya.
Menurut Prof. Tito, penguatan jejaring internasional menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menghasilkan riset yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional.

Dekan SEE CityUHK Prof. Benjamin Horton menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya mengembangkan pendekatan interdisipliner untuk menjawab tantangan di bidang energi, lingkungan, dan keberlanjutan. Ia memaparkan sejumlah capaian riset institusinya, mulai dari energi rendah karbon, perubahan iklim, pengelolaan sumber daya air, hingga ekonomi keberlanjutan.
SEE CityUHK juga terlibat dalam berbagai proyek internasional, termasuk The Asia Sea-Level Knowledge Hub (ASK-Hub) yang didukung UNESCO, serta memiliki sejumlah peneliti yang masuk daftar ilmuwan paling banyak disitasi di dunia berdasarkan pemeringkatan Stanford.
Selain membahas arah kerja sama, mini-simposium tersebut menjadi forum bagi para peneliti dari kedua institusi untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi.
Peneliti SEE CityUHK memaparkan berbagai inovasi di bidang bangunan hemat energi, material passive radiative cooling, pemodelan cuaca ekstrem, analisis ketahanan kota, perubahan muka air laut, hingga kebijakan transisi energi.
Sementara itu, peneliti FMIPA UI memperkenalkan sejumlah riset yang berangkat dari karakteristik Indonesia sebagai negara tropis dan kepulauan.

Prof. Dra. Wellyzar Sjamsuridzal, M.Sc., Ph.D. mempresentasikan penelitian mengenai eksplorasi ragi fungsional dari lingkungan geotermal ekstrem yang berpotensi dikembangkan untuk berbagai aplikasi bioteknologi. Munawar Khalil, Ph.D., memperkenalkan pengembangan nanomaterial fungsional untuk sektor energi, kesehatan, dan industri.
Di bidang penginderaan jauh, Dr.Eng. Masita Dwi Mandini Manessa, S.Si., M.Si., M.Eng., menjelaskan pemanfaatan citra satelit dan machine learning untuk memantau perubahan ekosistem pesisir serta tutupan lahan secara lebih cepat dan akurat.
Sementara itu, Dr. Reza Syahputra memaparkan kajian mengenai banjir besar di Sumatra pada akhir 2025 melalui pendekatan geomorfologi tektonik yang menggabungkan citra satelit, pemodelan DEMNAS, dan survei lapangan menggunakan ground penetrating radar. Pendekatan tersebut dinilai dapat memperkuat upaya mitigasi risiko bencana.
Dari Departemen Fisika FMIPA UI, Nisa Nashrah, Ph.D., memperkenalkan teknologi Surface-Engineered Oxide Nanostructures via Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) yang dikembangkan bersama Nano Functional Materials Research Group FMIPA UI. Teknologi itu berpotensi dimanfaatkan untuk pengolahan polutan di perairan sekaligus meningkatkan ketahanan logam terhadap korosi.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, delegasi SEE CityUHK meninjau laboratorium Center of Excellence for Indigenous Biological Resources–Genome Studies (CoE IBR-GS) FMIPA UI. Dalam kesempatan tersebut, delegasi diperkenalkan dengan fasilitas riset, topik penelitian yang tengah dikembangkan, serta capaian publikasi ilmiah. Mereka juga memperoleh pemaparan mengenai Universitas Indonesia Culture Collection (UICC), meliputi sejarah pembentukannya, koleksi dan metode penyimpanan jangka panjang mikroorganisme, serta fasilitas riset molekuler untuk analisis genotipe mikroorganisme.
Melalui diskusi panel, kedua institusi sepakat menyusun peta jalan Program Joint Degree Magister sekaligus menetapkan sejumlah tema riset prioritas. Di antaranya pengembangan katalis PEO untuk pengolahan air, integrasi pemodelan cuaca ekstrem dengan dinamika geologi dan sedimentasi banjir, serta pengembangan material maju yang dipadukan dengan kajian life cycle assessment dan ketahanan lingkungan.
Bagi FMIPA UI, kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring riset global. Melalui kolaborasi internasional, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang mendukung penyusunan kebijakan publik dan menjawab tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, krisis air, serta transisi energi